Tembus 4,25 Juta Ton, Penyerapan Beras Bulog Melampaui Target

30 October 2026 13:08

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menyebut penyerapan gabah dan beras dalam negeri sepanjang 2026 mampu melampaui target yang ditetapkan. Hingga per Oktober 2026, realisasi penyerapan nasional telah menembus angka 4,25 juta ton beras atau melampaui 106 persen dari target awal yang telah ditetapkan.

Capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas sektor. Mulai dari petani, tim jemput pangan Bulog, gabungan kelompok tani (gapoktan), penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga unsur Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan dinas pertanian setempat.

"Kita sosialisasikan terkait gimana mekanismenya, terus harganya berapa kepada teman-teman gapoktan. Sehingga nanti kalau misalnya pun di lapangan ada informasi dari PPL sendiri, kita bekerja sama dengan PPL, dengan Babinsa, mereka yang memberikan informasi di lapangan. Kalau misalnya ada pas panen itu nanti akan menghubungi tim, kita mempunyai tim di lapangan untuk sektor ini," ujar Wakil Pemimin Bulog Kantor Cabang Semarang, Kurnia Pradipta, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.

Salah satu tim lapangan tersebut merupakan tim jemput pangan Bulog yang berada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng). Tim turun langsung ke area persawahan dan melakukan pemeriksaan kualitas serta penimbangan gabah petani secara transparan dengan mengacu pada harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Meski target tahun ini telah terlampaui, Bulog berkomitmen untuk terus menyerap hasil panen guna menjaga stabilitas harga di tingkat produsen serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Perum Bulog mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 4,5 juta ton hingga akhir Oktober 2026. Stok tersebut menjadi modal pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras dan stabilitas pasokan pangan menjelang akhir tahun.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X