3 October 2023 13:06
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berencana memanggil Gus Yaqut karena pernyataan tersebut dinilai justru bisa memecu perpecahan khususnya menjelang pemilu dan pilpres 2024.
Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang pemimpin bermulut manis dan imbauannya yang meminta semua pihak untuk tidak memilih pemimpin yang memecah belah umat dan menggunakan agama sebagai alat politik berbuntut panjang.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal mendisiplinkan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. PKB mendorong Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi Yaqut, karena pernyataan Yaqut dinilai sebagai bentuk penggiringan opini dan justru berpotensi memecah belah masyarakat.
"Jangan membuat publik ini berspekulasi dan bingung, dan menggiring opini yang enggak perlu," ungkap Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid.
Sebagai pejabat publik dan pejabat negara yang digaji rakyat, Menteri Agama Gus Yaqut hendaknya harus bisa menjaga lisannya, terlebih terkait isu dan perataan yang sensitif.
Hingga kini, Gus Yaqut mengklaim belum menerima panggilan dari PKB merespons pernyataan kontroversialnya beberapa waktu lalu. Yaqut mengaku menghormati jika ada tindakan pendisiplinan dirinya oleh PKB.
Meski Ia menegaskan PKB tidak berhak melakukan pemanggilan atas dirinya karena Ia juga salah satu pengurus teras di PKB.
Sebelumnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa yang juga bakal cawapres Koalisi Perubahan, Muhaimin Iskandar juga menyayangkan pernyataan yang tak pantas dari Menteri Agama, Gus Yaqut. Gus Imin menilai pernyataan Menak layaknya pernyataan buzzer.
Seperti diketahui Partai Kebangkitan Bangsa hingga kini masih menjadi pendukung Pemerintahan Joko Widodo. Di mana Menteri Agama adalah salah satu menteri yang didukung oleh PKB.
Jika selama ini perilaku dan pernyataan Menteri Agama Gus Yaqut justru sering memicu polemik di tengah masyarakat, sangat perlu hendaknya Partai Kebangkitan Bangsa untuk memberikan tindakan tegas agar tidak memicu perpecahan publik terlebih menjelang pemilu dan pilpres 2024.