Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar 14 Hari, PMJ Sasar Pelanggaran Rawan Kecelakaan

26 October 2026 12:41

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai hari ini, 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi gabungan berskala besar ini digelar guna meningkatkan disiplin serta menjamin keselamatan para pengguna jalan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Dalam pelaksanaannya nanti, operasi Patuh Jaya tahun 2026 ini ditujukan kepada pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang meresahkan dan membahayakan keselamatan berlalu lintas,” kata Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Senin, 26 Oktober 2026.

Dimulainya operasi ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Polisi Dadang Hartanto di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta. Kegiatan ini turut melibatkan ribuan personel gabungan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta Jasa Raharja.

Dadang menegaskan, apel gelar pasukan ini bertujuan memastikan kesiapan fisik maupun sarana pendukung seluruh personel sebelum diterjunkan langsung ke lapangan.

“Pelaksanaan operasi gelar pasukan ini untuk meyakinkan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini siap untuk melaksanakan tugas.” ucap Dadang.
 

 

7 Sasaran Prioritas Penindakan


Dalam Operasi Patuh Jaya 2026, petugas gabungan memfokuskan pengawasan pada sejumlah pelanggaran lalu lintas yang kerap memicu kecelakaan fatal, antara lain:
  1. Pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm berstandar SNI.
  2. Pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).
  3. Menggunakan telepon genggam (handphone) saat mengemudi.
  4. Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan.
  5. Menerobos lampu merah.
  6. Berkendara melebihi batas kecepatan maksimal.
  7. Berkendara melawan arus lalu lintas.

Selain penindakan terhadap pelanggar di jalan, Dadang menambahkan bahwa Operasi Patuh Jaya 2026 juga menitikberatkan pada pemetaan titik-titik rawan macet dan kecelakaan, serta penelusuran akar permasalahan lalu lintas di ibu kota.

Hasil pemetaan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti secara berkesinambungan melalui pendekatan pembinaan, edukasi tertib berkendara, serta rekayasa lalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang berkelanjutan.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X