Malaysia Terdampak Kabut Asap Karhutla, Warga Keluhkan Jarak Pandang hingga Gangguan Pernapasan

11 October 2026 16:42

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia dampaknya menyebar hingga ke negara tetangga, Malaysia. Kabut asap tebal menyelimuti wilayah Kuala Lumpur hingga memicu keluhan warga akibat gangguan pernapasan serta penurunan jarak pandang.

Akibat paparan asap tebal tersebut, dua ikon Kota Kuala Lumpur, yakni Menara Kembar Petronas dan Gedung Merdeka 118, tampak samar tertutup kabut tebal. Mengantisipasi dampak kesehatan yang kian memburuk, pemerintah setempat memerintahkan penutupan sejumlah sekolah di Kuala Lumpur dan beberapa wilayah lainnya di Malaysia pada Jumat lalu.
 



Menanggapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menyatakan telah berkomunikasi secara intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia guna menjelaskan langkah-langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi karhutla. Indonesia telah memobilisasi lebih dari 60.000 personel gabungan di lapangan serta menerjunkan armada udara guna pemadaman titik api.

"Kita sudah berkomunikasi, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia, seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan juga pengalihan cuaca. Memang ini merupakan tantangan karena udaranya yang saat ini tidak berada di pihak kita, tapi harapan kita segera ini akan reda karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan," ucap Arrmanatha Nasir, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 11 Oktober 2026.

Pemerintah Indonesia terus memaksimalkan pemadaman dari udara (water bombing) serta teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan harapan kondisi cuaca dan potensi hujan segera membantu meredakan kabut asap.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X