Sekali Klik Bikin Rekening Ludes, Waspadai Modus Penipuan Sniffing-Melek Teknologi

Wijokongko • 16 October 2026 11:25

Jakarta: Ancaman kejahatan siber yang mengincar data pribadi dan saldo perbankan masyarakat semakin marak terjadi. Salah satu metode yang banyak menyasar pengguna mobile banking adalah sniffing, yang kerap disebarkan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Sniffing merupakan teknik peretasan yang bertujuan untuk mencegat dan mengintip lalu lintas data digital yang dikirimkan melalui jaringan internet. 

Dalam prakteknya, peretas kerap menyamar sebagai pihak tertentu, seperti kurir jasa pengiriman paket, lalu mengirimkan berkas berekstensi APK yang diberi nama menyerupai foto atau dokumen bukti pengiriman. Apabila penerima mengklik berkas tersebut, perangkat akan memasang aplikasi berbahaya secara otomatis. Aplikasi terselubung ini kemudian dapat mengakses serta merekam informasi sensitif di dalam ponsel, seperti username, kata sandi m-banking, data kartu kredit, hingga akun email.

Bagaimana Menghindari Modus Sniffing?


Untuk menghindari potensi pencurian data perbankan, terapkan langkah-langkah berikut ini.
  1. Hindari mengunduh berkas maupun mengklik tautan dari nomor yang tidak terverifikasi,
  2. Pastikan aplikasi hanya diunduh melalui platform legal seperti Google Play Store atau Apple App Store,
  3. Perbarui kata sandi secara berkala dan nyalakan notifikasi transaksi perbankan untuk memantau riwayat rekening,
  4. Hindari mengakses aplikasi perbankan atau melakukan transaksi keuangan saat terhubung dengan koneksi Wi-Fi umum.
Apabila pengguna secara tidak sengaja mengklik atau mengunduh berkas mencurigakan tersebut, lakukan hal-hal dibawah ini.
  1. Aktifkan (mode pesawat atau matikan koneksi Wi-Fi dan data seluler untuk menghentikan pengiriman data ke server peretas,
  2. Periksa daftar aplikasi di menu pengaturan HP, lalu hapus (uninstall) aplikasi yang tidak dikenal atau terpasang tanpa izin,
  3. Bersihkan cache dan data aplikasi pada pengaturan perangkat,
  4. Ubah seluruh kata sandi akun penting, mulai dari email hingga akses perbankan digital. Jika diperlukan, lakukan pemulihan ke setelan pabrik (factory reset),
  5. Segera hubungi call center bank terkait untuk meminta pemblokiran sementara pada rekening atau aplikasi m-banking.

(Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X