8 October 2026 11:21
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia demi mencetak generasi unggul Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan program di sektor gizi, pendidikan, dan kesehatan secara terintegrasi, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Dua tahun memperkuat fondasi generasi unggul, kita buatkan beberapa fondasi yang luar biasa," kata Suahasil dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 8 Oktober 2026.
Suahasil menyebut di sektor pemenuhan gizi, program MBG terus disempurnakan di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional agar pengelolaannya semakin tepat sasaran dan menjadi landasan kokoh bagi tumbuh kembang anak-anak.
"Saya yakin dalam beberapa bulan terakhir kita bisa melihat bahwa kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, terjadi perbaikan mengenai pengelolaan yang kemudian perbaikan-perbaikan ini diterima, dijalankan, dan menjadi bagian dari fondasi yang baik," jelas Suahasil.
Pada sektor pendidikan, pemerintah mengusung dua pendekatan utama. Pertama, pendirian Sekolah Rakyat berpola asrama (boarding school) yang menyasar anak-anak dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2 guna memutus rantai kemiskinan struktural. Kedua, pengembangan Sekolah Unggul Garuda berstandar internasional bagi pelajar berprestasi.
"Sekolah rakyat yang khusus dipakai untuk menjaring anak-anak kita dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 yang ada di bawah masuk ke dalam sekolah, yang kemudian diberikan boarding, diberikan pendidikan untuk kita ingin memutus rantai kemiskinan itu, jangan ada generasi berikutnya yang harus terekspos kepada kemiskinan. Sekolah unggul Garuda untuk peningkatan kelompok masyarakat siswa berprestasi menggunakan kurikulum IB, kita harapkan keluar nanti menjadi kebanggaan Indonesia di dunia internasional," ujar Suahasil Nazara.