Urai Penumpukan Kontainer, Purbaya Minta Bongkar Muat Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam

6 June 2026 17:22

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menginstruksikan operasional bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi selama 24 jam penuh guna mengatasi penumpukan lebih dari 3.000 kontainer yang menghambat aktivitas logistik dan arus barang di pelabuhan. 

Langkah itu diambil menyusul lonjakan aktivitas impor sepanjang April hingga Mei 2026 yang menyebabkan proses pemeriksaan barang berlangsung lebih lambat dari biasanya. Akibatnya, ribuan kontainer menumpuk dan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi barang.

Purbaya menilai meningkatnya volume impor sebenarnya menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional. Namun, menurutnya, pemerintah harus memastikan kapasitas pelayanan pelabuhan mampu mengimbangi peningkatan arus barang agar tidak menimbulkan kemacetan logistik.

"Tentu saja begitu impornya tinggi di bulan April, Mei. Jadi kalau itu sih bagus tandanya, tapi kita harus siap ya, enggak boleh barangnya menumpuk sebanyak ini. Jadi kita maintain di level yang normal," ujar Purbaya dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 6 Juni 2026. 


Untuk mempercepat penguraian antrean kontainer, pemerintah meminta petugas pelabuhan bekerja secara bergiliran selama 24 jam. Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemeriksaan dan pengeluaran barang dari kawasan pelabuhan.

Purbaya juga memastikan pemerintah siap menambah personel apabila kebutuhan di lapangan masih belum terpenuhi. Tambahan petugas akan didatangkan dari sejumlah pelabuhan besar di daerah untuk memperkuat operasional di Tanjung Priok.

"Kalau kurang orang saya akan nambah orang di sini. Kalau kurang di Jakarta, saya impor dari Surabaya, Medan, atau Semarang, atau Banten," katanya.

Selain fokus mengatasi penumpukan kontainer, Purbaya menegaskan seluruh transaksi di kawasan pelabuhan wajib menggunakan mata uang Rupiah. Pemerintah, kata dia, tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang melanggar ketentuan tersebut.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)