Wijokongko • 16 July 2026 09:25
Jakarta: Fenomena meteor hijau yang melintas di langit Yogyakarta pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, menarik perhatian masyarakat. Cahaya hijau terang yang terlihat di langit tersebut merupakan meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar akibat gesekan dengan lapisan udara.
Profesor Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan meteor pertama kali terdeteksi melintas di atas Laut Jawa sebelum terlihat dari wilayah Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Saat itu, meteor masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak sebagai objek bercahaya putih berukuran relatif kecil.
Thomas menjelaskan meteor berasal dari batuan antariksa yang mengorbit Matahari. Ketika lintasannya berpapasan dengan orbit Bumi, batuan tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi hingga menghasilkan pijaran cahaya.
"Meteor berasal dari batuan antariksa yang mengorbit Matahari. Ketika lintasannya berpapasan dengan orbit Bumi, batuan tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan permukaannya memanas hingga berpijar, sehingga tampak sebagai meteor," kata Thomas.
Menurutnya, pijaran mulai terlihat ketika batuan antariksa memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer di atas permukaan Bumi. Pada fase tersebut, material batuan mengalami ablasi atau pengikisan akibat suhu yang sangat tinggi sehingga menghasilkan cahaya terang yang dapat diamati dari permukaan.