Foto: timeanddate.com
Mengenal Fenomena Aphelion: Benarkah Penyebab Cuaca Dingin di Indonesia?
Putri Purnama Sari • 8 July 2026 20:09
Jakarta: Fenomena aphelion diketahui kerap terjadi di Indonesia lantaran suhu udara yang terasa lebih dingin. Secara ilmiah, aphelion merupakan fenomena astronomi yang terjadi setiap tahun ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam lintasan orbitnya.
Fenomena ini merupakan bagian dari siklus alami pergerakan Bumi mengelilingi Matahari. Lantas, apa itu fenomena aphelion? Berikut informasinya.
Apa Itu Fenomena Aphelion?
Aphelion adalah kondisi ketika Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari selama mengelilinginya. Pada saat ini, jarak Bumi dengan Matahari mencapai sekitar 152 juta kilometer.
Meski terdengar jauh, perbedaan jarak tersebut sebenarnya hanya sekitar 3 persen dibandingkan saat Bumi berada di titik terdekatnya dengan Matahari atau perihelion. Fenomena aphelion terjadi karena orbit Bumi berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna.
Kapan Fenomena Aphelion Terjadi?
Fenomena aphelion umumnya terjadi setiap awal Juli, meskipun tanggal pastinya dapat sedikit berbeda setiap tahunnya. Pada 2026, aphelion diperkirakan terjadi pada awal Juli ketika Bumi mencapai posisi terjauh dari Matahari dalam orbitnya.
Apakah Aphelion Membuat Cuaca Lebih Dingin?
Banyak yang mengaitkan aphelion dengan suhu udara dingin yang dirasakan di Indonesia. Namun, menurut para ahli meteorologi, suhu dingin yang terjadi pada pertengahan tahun lebih dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan pergantian musim dibandingkan jarak Bumi dengan Matahari.
Di Indonesia, udara yang terasa lebih dingin pada periode Juni hingga Agustus umumnya disebabkan oleh:
- Bertiupnya angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara kering dan lebih dingin.
- Berkurangnya tutupan awan sehingga panas Bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hingga dini hari.
- Memasuki musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
Oleh karena itu, aphelion bukanlah penyebab utama suhu dingin yang dirasakan masyarakat.
Apa Dampak Fenomena Aphelion?
Secara umum, fenomena aphelion tidak memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan di Bumi. Beberapa hal yang terjadi antara lain:
- Jarak Bumi ke Matahari sedikit lebih jauh dibandingkan biasanya.
- Intensitas radiasi Matahari yang diterima Bumi sedikit berkurang, tetapi perbedaannya sangat kecil.
- Tidak menyebabkan cuaca ekstrem maupun penurunan suhu secara drastis.
- Tidak berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.
Fenomena ini merupakan bagian normal dari siklus tahunan orbit Bumi.
Aphelion Berbeda dengan Musim
Meski terjadi pada pertengahan tahun, aphelion bukan penyebab pergantian musim. Musim di Bumi dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sekitar 23,5 derajat, bukan karena jarak Bumi terhadap Matahari. Bahkan ketika Bumi berada pada posisi aphelion, wilayah belahan Bumi utara justru sedang mengalami musim panas.
Fenomena aphelion merupakan kejadian astronomi yang berlangsung secara rutin setiap tahun dan tidak menimbulkan dampak berbahaya.
Apabila suhu udara terasa lebih dingin, masyarakat tidak perlu mengaitkannya secara langsung dengan aphelion. Kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca dan sirkulasi atmosfer yang memang lazim terjadi pada musim kemarau di Indonesia.
Dengan memahami penjelasan ilmiah mengenai aphelion, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang mengaitkan fenomena ini dengan berbagai mitos atau penyebab cuaca ekstrem tanpa dasar ilmiah.