Presiden Prabowo Puji CEO Inpex Corporation Bisa Bahasa Indonesia

16 July 2026 18:21

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto terkesan dengan kemampuan bahasa Indonesia CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda, saat membacakan sambutan dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, di Maluku. Prabowo memuji keberaniannya.

Saya terkesan bahwa saudara bisa bahasa Indonesia. Terima kasih Inpex menunjuk orang seperti Takayuki Ueda ini, ujar Prabowo, dalam program Breaking News Metro TV, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurut Prabowo, banyak CEO perusahaan asing di Indonesia yang tidak mau belajar bahasa Indonesia. Sementara Takayuki Ueda mau mempelajarinya.

Terima kasih Takayuki Ueda. Saya percaya dengan Anda memimpin proyek ini. InsyaAllah proyek ini akan berhasil membawa manfaat untuk kita semua, kata Prabowo.

Pada kesempatan itu, Takayuki Ueda berbicara dengan bahasa Indonesia saat mengawali sambutan. Dia mengucapkan salam, menyebut nama para pejabat yang hadir, hingga membacakan pantun. Saat menjelaskan soal Abadi Masela, pria asal Jepang itu baru berbicara menggunakan bahasa Inggris.

class=big_center
(CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda. Foto: tangkap layar Metro TV)



Untuk diketahui, proyek yang telah direncanakan sejak 28 tahun lalu itu akhirnya dapat dieksekusi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Nilai investasinya hampir USD21 miliar atau setara Rp342 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela menjadi tonggak penting bagi pengembangan sektor energi nasional sekaligus membuka babak baru setelah proyek tersebut tertunda selama hampir tiga dekade.

Proyek LNG Abadi Masela dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 35 ribu barel kondensat per hari, serta sekitar 150 juta kaki kubik gas alam per hari.

Pemerintah menargetkan sebagian besar produksi gas dari proyek tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor, ungkap Bahlil.




(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X