Iran Kecam Bungkamnya PBB atas Serangan AS-Israel

11 March 2026 20:13

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, kembali melayangkan kritik tajam terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan yang dinilai melakukan kebungkaman berkelanjutan. Protes keras ini muncul di tengah berkecamuknya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang kini telah memasuki hari ke-11.

Amir Saeid Iravani menilai Dewan Keamanan PBB sengaja menutup mata terhadap pelanggaran berat yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam serangannya ke wilayah Iran. Menurutnya, sikap diam tersebut sangat disayangkan mengingat Dewan Keamanan memiliki tanggung jawab utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional berdasarkan mandat Piagam PBB.

"Republik Islam Iran mengutuk keras kejahatan yang terungkap ini. Semua pelaku harus bertanggung jawab penuh. Sangat disesalkan bahwa Dewan Keamanan terus berdiam diri dan menutup mata terhadap pelanggaran berat ini, padahal itu adalah tanggung jawab utama mereka," tegas Iravani.
 

Baca juga:
Gedung Putih: Trump Tidak Senang Rusia Bantu Iran

Lebih lanjut, Iravani menuding sejumlah anggota Dewan Keamanan mencoba memutarbalikkan fakta dengan menukar posisi antara korban dan agresor. Ia menilai ada upaya sistematis melalui resolusi yang bias dan bermotif politik kepada pihak agresor sekaligus menghukum pihak yang menjadi korban.

Situasi di lapangan pun semakin memanas seiring dengan retorika yang kian tajam dari kedua belah pihak. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebelumnya telah mengeluarkan ancaman untuk meluncurkan serangan yang paling intens. Menanggapi hal itu, para pemimpin Iran secara tegas menolak jalur pembicaraan dan justru melayangkan ancaman balik kepada Presiden Donald Trump.

Hingga saat ini, konflik terus meluas dengan Iran yang melancarkan serangan baru terhadap Israel dan negara-negara Arab Teluk. Di sisi lain, Israel terus melakukan serangan udara intensif ke wilayah Iran serta Lebanon, di mana mereka juga sedang terlibat pertempuran sengit melawan militan Hizbullah. Ketegangan ini menandai salah satu fase paling kritis dalam stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)