17 June 2026 21:59
Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilanjutkan dengan diiringi sejumlah perbaikan buntut kasus korupsi yang terungkap di era pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana CS. Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, M. Qodari menegaskan MBG merupakan program unggulan dalam janji kampanye Presiden Prabowo.
Qodari mengakui, pelaksanaan program MBG menghadapi berbagai tantangan. Namun sejumlah persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG selama satu setengah tahun itu disebut tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan program prioritas pemerintah.
Qodari menegaskan pemerintah membuka ruang diskusi dan menerima masukan dari masyarakat agar pelaksanaan program MBG lebih baik. Pemerintah meyakini berbagai pembenahan pimpinan BGN baru akan berdampak pada perbaikan program makan bergizi gratis.
"Secara konstitusi ini merupakan bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto ketika melakukan kandidasi pada tahun 2024. Pihak yang tidak setuju secara politik dengan program ini tentunya harus bersabar menunggu pemilu presiden yang akan datang, dan memilih calon presiden yang menolak program MBG," kata Qodari dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Rabu 17 Juni 2026.
MBG Dilanjutkan dengan Sejumlah Perbaikan
Terkait permasalahan hukum dan tata kelola yang tengah membelit BGN, pemerintah memastikan akan segera mencari solusinya. Qodari memaparkan bahwa akan ada kebijakan penataan ulang fasilitas dapur yang selama ini menjadi ujung tombak program.
"Langkah pertama adalah moratorium terhadap pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) baru, karena SPPG yang sudah ada dirasakan sudah mencukupi dan akan ditata ulang. Jadi kita akan fokus kepada SPPG yang sudah operasional," ucapnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa skema pemberian insentif akan dievaluasi secara total demi menekan celah pemborosan anggaran.
"Penghitungan insentif juga akan diperbarui, kemungkinan akan dikembalikan dengan metode lama di mana jumlah insentif dikalikan dengan jumlah penerima. Ke depan, SPPG akan mengalami grading atau evaluasi menjadi kelas A, B, dan C. Kelas grading dari SPPG itu akan mempengaruhi angka insentifnya," jelas Qodari.
Massa Aksi Dukung MBG Dilanjutkan
Sementara itu kelompok massa Aliansi Masyarakat Jakarta Timur menggelar aksi di kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat mendukung dilanjutkannya program makan bergizi gratis. Selain membuka lapangan kerja, program prioritas pemerintah itu dinilai bermanfaat bagi siswa sekolah, ibu hamil hingga lansia.
Kelompok massa tidak menampik adanya penyimpangan yang terjadi, sehingga mereka meminta Presiden Prabowo untuk menangkap dan memenjarakan para koruptor yang bermain di balik kebijakan itu. Massa turut menyatakan perlunya perbaikan tata kelola program MBG.
"Memang koruptor harus ditangkap karena membuat masyarakat Indonesia jadi resah dan susah. Maka hari ini kami datang menyuarakan dukungan kepada pemerintah, khususnya Bapak Prabowo Subianto, untuk menangkap dan memenjarakan koruptor. Kita juga meminta tata kelola yang lebih baik. Mari sama-sama kita minta agar program ini bisa berjalan lebih baik lagi," seru Koordinator Aksi, Edi Marzuki.