Lapor ke Presiden Prabowo, Gus Ipul Paparkan Keberhasilan Muktamar ke-35 NU di Jombang

31 August 2026 17:48

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi melaporkan hasil-hasil strategis muktamar kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Laporan tersebut disampaikan dalam upacara penutupan yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam laporannya, Gus Ipul menekankan bahwa Muktamar kali ini berjalan sukses, tepat waktu, dan menghasilkan keputusan-keputusan transformatif bagi organisasi Islam terbesar di dunia tersebut.

Kembalinya Supremasi Syuriyah


Poin utama yang dilaporkan Gus Ipul adalah perubahan mekanisme pemilihan pimpinan tertinggi PBNU. Ia menyatakan bahwa Muktamar ke-35 NU secara resmi meninggalkan sistem one man, one vote langsung untuk posisi Ketua Umum, dan beralih ke sistem usulan yang melibatkan Rais Aam dan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

"Mekanisme ini sekaligus meneguhkan kembali supremasi Syuriyah. Bahwa pemimpin tertinggi dalam Jam’iyah NU adalah Syuriyah di bawah kepemimpinan Rais Aam," kata Gus Ipul dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Senin, 31 Agustus 2026.

Hasil dari mekanisme tersebut menetapkan Kiai Miftachul Akhyar kembali menjabat sebagai Rais Aam, dan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
   

Digitalisasi dan Kepuasan Peserta


Gus Ipul juga melaporkan keberhasilan teknis penyelenggaraan yang sudah berbasis teknologi digital. Berdasarkan survei internal panitia, Gus Ipul mengklaim tingkat kepuasan peserta mencapai angka 90 persen.

"Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pengaturan waktu persidangan bisa dilaksanakan tepat waktu. Sembilan puluh persen peserta menyatakan puas dengan tata kelola berbasis teknologi yang kami terapkan," ungkapnya.

Dampak Ekonomi bagi UMKM


Selain hasil organisasi, Gus Ipul melaporkan dampak ekonomi nyata dari penyelenggaraan Muktamar di Jombang. Ia menyebut kehadiran lebih dari 1.000 stan UMKM di sekitar lokasi Muktamar mendapatkan perhatian luar biasa dari warga dan peserta. Gus Ipul secara khusus berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas dukungan pemerintah yang membuat ekosistem ekonomi rakyat di muktamar ini berdenyut kencang.

Pesan Persatuan: "Adab Santri"


Menutup laporannya, Gus Ipul memastikan kepada Presiden bahwa dinamika dan perbedaan pendapat yang sempat muncul selama muktamar berakhir dengan damai. Ia menegaskan bahwa kekuatan NU terletak pada "Adab Santri" dan semangat musyawarah.

"NU tidak pernah sepi dari perbedaan pendapat, tapi kami punya cara sendiri menyelesaikannya. Kami punya para kiai, sesepuh, dan adab santri," ucapnya.

Laporan Gus Ipul ini disambut hangat oleh Presiden Prabowo Subianto yang hadir didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, dan Kapolri. Acara ditutup dengan penuh kegembiraan melalui slogan muktamar yang menggema di seluruh area pesantren.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X