14 April 2026 11:10
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengembangkan program ekonomi biru dengan menggandeng perwakilan dari Sabah, Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini diwujudkan melalui aksi nyata penanaman mangrove di Desa Tepian, yang diproyeksikan menjadi sumber ekonomi baru melalui perdagangan karbon.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan nilai ekonomi lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, program ekonomi biru ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
"Kita bekerja sama dengan negara tetangga kita, dari wilayah Sabah, untuk melakukan kegiatan penanaman mangrove di sini serta memberdayakan potensi masyarakat untuk mengelola wilayah-wilayah yang berpotensi menghasilkan karbon," ujar Zainal.
| Baca juga: Pengembangan Ekonomi Biru dan Pelestarian Laut Berjalan Beriringan |