Kisah Inspiratif Rayyan Siswa MAN IC Pekalongan Borong 15 LoA Kampus Dunia

13 April 2026 14:33

Seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab, berhasil mencetak prestasi luar biasa dengan meraih 15 Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas ternama dunia.

Capaian ini bukan hasil instan. Selama tiga tahun masa sekolah, Rayyan konsisten membangun portofolio, mengasah kemampuan kepemimpinan, serta aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial. Ia juga mempersiapkan diri secara akademik dengan memenuhi berbagai persyaratan internasional seperti skor IELTS dan SAT.

"Ya tentunya mendapatkan 15 LOA ini merupakan sebuah usaha yang tidak hanya dilaksanakan semenjak aku kelas 12 atau semenjak mendaftar, tapi merupakan sebuah outcome yang aku dapatkan selama 3 tahun di SMA," ujar Rayyan, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin 13 April 2026.

Tak hanya di luar negeri, Rayyan juga diterima di tiga kampus bergengsi dalam negeri, yakni Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Gadjah Mada melalui jalur internasional. Namun, ia mengaku memiliki ketertarikan untuk melanjutkan studi di University of British Columbia, Kanada, sembari mengupayakan beasiswa dari LPDP.

Perjalanan Rayyan juga diwarnai pengalaman internasional saat mengikuti program pertukaran pelajar ke Finlandia selama sembilan bulan. Di sana, ia dipercaya menjadi koordinator nasional bagi puluhan siswa, sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.



Menariknya, langkah kepemimpinan Rayyan justru dimulai dari hal sederhana, seperti menjadi ketua panitia perayaan HUT RI di tingkat lingkungan RT. Dari sana, ia belajar membangun dampak nyata bagi komunitas, yang kemudian menjadi nilai tambah di mata kampus-kampus dunia.

"Aku dulu pas kelas 10, aku itu menjadi ketua pelaksana HUT RI di tingkat RT. Mungkin terkesannya sederhana tapi sebenarnya admission officer di sana itu sangat suka ketika kita itu membentuk sesuatu atau membangun sesuatu, melaksanakan sesuatu yang terkait dengan komunitas lokal kita dan seberapa baik impact kita yang kita berikan gitu," ujarnya.

Di balik prestasi gemilang tersebut, Rayyan menegaskan pentingnya dukungan orang tua sebagai fondasi utama. Ia menyebut doa dan dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kehidupan asrama yang jauh dari rumah.

"Sosok yang menginspirasi aku dan tentunya menjadi katalis membantu aku sampai bisa pada titik ini itu adalah orang tuaku. Orang tuaku aku mencontohkan bagaimana ayahku dan ibuku selalu mendukung aku apa passion-ku apa mimpiku dan mereka selalu ada untuk aku membantu dari jauh ketika aku di boarding school. Dan tentunya 15 LoA ini tidak bisa didapatkan tanpa adanya doa dan dukungan dari orang tua, guru-guru di sekolah, dan juga orang-orang terdekat saya," ucap Rayyan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)