Harga Plastik Naik 50%, UMKM Kuliner Aceh Terancam Tertekan

13 April 2026 16:58

Banda Aceh: Kenaikan harga plastik hingga 50 persen berdampak signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner di Aceh. Kondisi ini memaksa para pelaku usaha untuk mencari berbagai strategi agar tetap bertahan tanpa harus menaikkan harga jual produk.

Lonjakan harga plastik yang merupakan turunan dari minyak bumi dinilai turut memperbesar beban biaya operasional. Di tengah situasi tersebut, para pelaku UMKM memilih melakukan efisiensi serta penyesuaian penggunaan kemasan guna menjaga daya beli konsumen.

Manager Hassa Ramen Bar, Muhammad Reza Fahlevi, menyebut kenaikan harga plastik memberikan dampak besar bagi pelaku usaha seperti dirinya.

“Harga plastik di dunia, khususnya saat ini, mengalami kenaikan karena merupakan turunan dari minyak. Hal ini sangat berdampak bagi kami pelaku UMKM. Kami harus putar otak untuk melakukan efisiensi operasional tanpa menaikkan harga jual produk,” ujar Reza.
 



Menurutnya, keputusan untuk tidak menaikkan harga diambil demi menjaga loyalitas konsumen di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Kami khawatir jika harga jual dinaikkan, itu akan berpengaruh pada konsumen kami,” kata Reza.

Reza mengungkapkan, kenaikan harga plastik bahkan mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya, sehingga semakin membebani pelaku usaha.

“Kalau bagi masyarakat umum mungkin terlihat kecil, tapi bagi kami pelaku usaha, dampaknya sangat besar. Harga plastik yang dulunya terjangkau, sekarang sudah sangat sulit dijangkau karena kenaikannya hampir dua kali lipat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya tengah merancang strategi untuk mengurangi penggunaan plastik, terutama untuk layanan pesan bawa pulang (take away).

“Ke depan kami akan mengurangi penggunaan plastik, khususnya untuk pelanggan take away. Kami juga akan mendorong pelanggan untuk membawa wadah sendiri, seperti tempat makan yang bisa digunakan ulang,” ungkap Reza.

Selain itu, efisiensi juga dilakukan di berbagai lini operasional, mengingat kenaikan tidak hanya terjadi pada plastik, tetapi juga bahan baku lainnya.

“Bukan hanya plastik, harga bahan baku seperti ayam, daging, dan bahan segar lainnya juga mengalami kenaikan. Ini sangat berpengaruh bagi kami, karena hampir semua komponen operasional ikut naik,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya faktor lain yang turut memengaruhi kenaikan harga, termasuk kebijakan dan distribusi bahan baku di tingkat pemasok.

“Ada juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan distributor yang ikut menaikkan harga. Jadi dampaknya terasa dari berbagai sisi,” lanjutnya.
 

Di tengah tekanan tersebut, Reza berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk membantu keberlangsungan UMKM, baik melalui stabilisasi harga maupun kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil.

“Harapannya, kami para pelaku UMKM bisa terus bertahan tanpa mengalami kerugian. Kami juga berharap pemerintah dapat membantu menormalkan harga bahan baku atau memberikan subsidi, agar usaha kami tetap berjalan,” tutupnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Aceh masih berupaya beradaptasi di tengah tekanan biaya produksi. Berbagai strategi dilakukan agar usaha tetap berjalan dan tidak terdampak lebih jauh oleh kenaikan harga bahan baku, termasuk plastik yang menjadi kebutuhan utama dalam sektor kuliner.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)