Apa Itu Gizi Buruk? Kenali Faktor Risiko dan Gejala yang Harus Diwaspadai-Tips Kesehatan

27 July 2026 15:45

Jakarta: Gizi buruk masih menjadi salah satu tantangan kesehatan anak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini tidak hanya menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi hingga kematian apabila tidak segera ditangani.

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan sekitar 13,6 juta anak di dunia mengalami severe wasting, yakni kondisi ketika berat badan anak jauh lebih rendah dibandingkan tinggi badannya akibat kekurangan gizi akut. Sementara itu, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat sekitar 805 ribu anak di Indonesia mengalami gizi buruk, dengan kasus yang masih banyak ditemukan di wilayah dengan akses layanan kesehatan dan sanitasi yang terbatas.

Mengutip laman resmi  AloDokter, Gizi buruk merupakan kondisi ketika anak mengalami kekurangan asupan nutrisi sehingga berat badannya tidak sesuai dengan tinggi badan. Kondisi ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
 

 

Faktor Risiko Gizi Buruk

Gizi buruk dapat terjadi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan usia. Namun, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risikonya.

Mengutip AloDokter, berikut beberapa faktor risiko gizi buruk pada anak:
  • Lahir dengan berat badan rendah atau prematur.
  • Tinggal di lingkungan dengan akses air bersih terbatas, sanitasi buruk, dan tingkat polusi tinggi.
  • Memiliki kebutuhan khusus, seperti cerebral palsy.
  • Mengalami kelainan bawaan, seperti gangguan saluran pencernaan, penyakit jantung bawaan, bibir sumbing, atau gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi).
  • Tumbuh dalam pola asuh yang kurang mendukung tumbuh kembang anak.
  • Mengalami infeksi berulang atau penyakit kronis.

Gejala Gizi Buruk yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu mengenali tanda-tanda gizi buruk sejak dini agar penanganan dapat segera dilakukan. Beberapa gejala yang umum ditemukan antara lain:
  • Kulit tampak kering.
  • Perut terlihat buncit.
  • Wajah tampak keriput.
  • Anak tidak aktif bermain dan mudah lemas.
  • Mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
  • Rambut kusam serta mudah rontok.
  • Mengalami edema atau pembengkakan pada tungkai.
  • Tubuh tampak sangat kurus.

Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini

Gizi buruk bukan hanya berdampak pada kondisi fisik anak saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga kualitas kesehatan pada masa depan. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang secara rutin, serta akses terhadap layanan kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi ini.

Apabila anak menunjukkan tanda-tanda gizi buruk atau mengalami gangguan pertumbuhan, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Dengan mengenali faktor risiko dan gejalanya, orang tua diharapkan dapat lebih waspada sehingga gizi buruk dapat dicegah sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Odetta Aisha Amrullah)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X