Jakarta: Kesehatan usus atau gut health merujuk pada kondisi seimbang dan optimal dari triliunan mikroorganisme yang hidup di dalam sistem pencernaan, terutama di usus besar. Mikroorganisme tersebut dikenal sebagai mikrobioma usus dan memiliki peran penting dalam membantu proses pencernaan, penyerapan nutrisi, menjaga sistem kekebalan tubuh, hingga memengaruhi kesehatan mental.
Usus yang sehat umumnya ditandai dengan keseimbangan bakteri baik yang tinggi. Kondisi ini membantu tubuh bekerja lebih optimal, mulai dari menjaga energi hingga mendukung kualitas tidur dan suasana hati.
Mikrobioma Usus dan Perannya bagi Tubuh
Mikrobioma usus terdiri dari berbagai mikroorganisme seperti bakteri, jamur, hingga virus yang hidup secara alami di saluran pencernaan. Sekitar 70 hingga 80 persen sistem kekebalan tubuh berada di usus. Bakteri baik di dalamnya membantu melawan mikroba berbahaya sekaligus menjaga sistem imun tubuh.
Selain itu,
usus juga memiliki hubungan erat dengan otak melalui sistem saraf tubuh. Bakteri usus diketahui mampu menghasilkan neurotransmitter seperti serotonin yang berpengaruh terhadap suasana hati, tingkat stres, hingga kualitas tidur seseorang.
Penyebab Kesehatan Usus Memburuk
Melansir dari
Healthdirect, terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan mikrobioma usus atau disbiosis. Beberapa penyebab kesehatan usus yang buruk antara lain:
- Stres berkepanjangan
- Penyakit tertentu
- Berat badan berlebih
- Penggunaan antibiotik secara berlebihan
- Konsumsi makanan dengan kualitas gizi buruk
Dalam kondisi normal,
usus memiliki lapisan pelindung yang memungkinkan nutrisi masuk ke tubuh sekaligus mencegah zat berbahaya memasuki aliran darah. Namun, saat terjadi disbiosis, lapisan tersebut dapat menjadi “bocor” sehingga bakteri dan zat yang seharusnya tertahan justru masuk ke aliran darah.
Tanda-Tanda Kesehatan Usus yang Buruk
Gangguan
kesehatan usus dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering dianggap sepele. Gejala tersebut meliputi:
- Perut kembung
- Sakit perut atau maag
- Sering bersendawa dan kentut
- Mual
- Diare atau sembelit
- Mudah lelah dan sulit tidur
- Tingkat stres tinggi
- Cara Menjaga Kesehatan Usus
Melansir dari
Better Health Channel,
kesehatan usus dapat ditingkatkan melalui pola makan sehat dan perubahan gaya hidup. Salah satu langkah penting adalah mengonsumsi makanan tinggi serat. Serat membantu menjaga keteraturan buang air besar, memberi makan bakteri baik di usus, serta membantu menurunkan risiko gangguan pencernaan.
Beberapa makanan yang baik untuk kesehatan usus antara lain:
- Sayuran dan buah-buahan
- Kacang-kacangan dan polong-polongan
- Roti dan sereal gandum
- Kacang dan biji-bijian
- Makanan fermentasi yang kaya probiotik
Selain itu, makanan yang mengandung polifenol juga dinilai baik untuk
mikrobioma usus. Polifenol merupakan senyawa alami tumbuhan yang dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, seperti rempah-rempah, buah dan sayuran berwarna cerah, teh hijau, teh hitam, kopi, serta cokelat hitam.
Gaya Hidup juga Berpengaruh
Melansir dari
Healthdirect, tidak hanya makanan, kesehatan usus juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, hingga penggunaan antibiotik. Karena itu, menjaga pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, tidur cukup, mengelola stres, dan membatasi makanan olahan serta gula berlebih menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan secara menyeluruh.
Nah, itulah penjelasan mengenai
gut health atau kesehatan usus yang ternyata punya peran besar bagi tubuh, mulai dari sistem pencernaan, daya tahan tubuh, hingga kesehatan mental. Karena itu, menjaga keseimbangan mikrobioma usus lewat pola makan sehat dan gaya hidup yang baik menjadi langkah penting agar tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal setiap hari.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)