Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat hilirisasi industri sawit nasional dengan melibatkan kalangan akademisi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk memamerkan hasil inovasi riset sekaligus mempertemukannya dengan pelaku industri.
PERISAI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-21 Juli 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta. Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil penelitian agar tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat dan industri.
Kepala Penyaluran Dana Riset BPDP Rahmat Widiana mengatakan, tahun ini BPDP mengundang 44 perguruan tinggi mitra yang selama ini bekerja sama dalam penyaluran beasiswa bagi anak petani dan
pekebun sawit.
"Tahun ini kita akan mengundang 44 lembaga pendidikan yang menjadi mitra BPDP selama ini dalam menyalurkan beasiswa buat anak petani dan pekebun. Kita juga akan memamerkan apa-apa yang telah dilakukan oleh kampus itu," kata Rahmat.
Menurutnya, BPDP ingin memastikan kerja sama dengan perguruan tinggi tidak berhenti pada proses pendidikan maupun penelitian semata. Hasil riset yang dihasilkan diharapkan dapat diserap oleh dunia usaha sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri sawit nasional.
"Kita inginnya kerja sama dengan lembaga pendidikan itu tidak begitu keluar itu enggak nganggur. Jadi diserap pasar. Alhamdulillah sampai saat ini batch-batch yang hasil wisuda dari lembaga pendidikan tersebut langsung diserap sama industri," ujarnya.
Selain memberikan beasiswa, BPDP juga telah mendanai ratusan penelitian yang dilakukan akademisi di berbagai perguruan tinggi. Pendanaan tersebut diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi yang mampu memperkuat daya saing
industri sawit Indonesia melalui hilirisasi.
Dalam PERISAI 2026, sejumlah hasil penelitian akan dipamerkan, di antaranya inovasi katalis bensin sawit hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB) serta inovasi suplementasi kesehatan gizi ibu dan anak yang dikembangkan oleh peneliti Universitas Indonesia (UI).
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, BPDP berharap hasil riset nasional dapat lebih cepat diimplementasikan sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri sawit yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas strategis Indonesia.