Indonesia Paviliun Gelar Diskusi Sustainable Financing di Davos

21 January 2026 15:05

Indonesia Paviliun menggelar diskusi panel khusus membahas sustainable financing bersama dengan sejumlah stakeholder seperti himpunan bank negara (Himbara) dan perusahaan manajemen aset. Kehadiran bank pelat Merah di World Economic Forum juga berkesempatan membuka peluang kerja sama teknologi untuk memperkuat industri perbankan Tanah Air.

Pasar Indonesia sebagai negara berkembang akan jadi penentu keberhasilan transisi pendanaan berkelanjutan secara global. Namun, hingga kini arus pembiayaan berkelanjutan masih terfragmentasi dan belum teralokasi sesuai skala yang dibutuhkan.

Inilah yang menjadi fokus sesi diskusi sustainable financing dalam Indonesia Pavilion World Economic Forum DAVOS yang mempertemukan investor global dengan perwakilan sektor perbankan khususnya Himbara untuk membahas pembiayaan yang selaras dengan iklim yang dapat dimobilisasi secara masif.

"Investor-investor tadi yang datang juga termasuk fintech, termasuk pesawat aviation pada nanya apakah di Indonesia bisa melakukan investasi. Menurut saya ini adalah forum global. Jadi artinya ini adalah platform yang digunakan oleh hampir semua negara tidak hanya bisnisnya tapi juga ada kepala negara datang," tutur CEO BRI Hery Gunardi dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Rabu, 21 Januari 2026.

Selain berbicara di Indonesia Paviliun, BRI juga menggelar pertemuan dengan perusahaan terkemuka untuk mendiskusikan kerja sama dari sisi teknologi yang dapat memperkuat payment system baik dari sisi kenyamanan maupun keamanan digital.
 



"Yang pertama tentunya payment system. Jadi masih seperti bisa master itu walaupun mereka US company base tapi mereka akan punya bisnis di Indonesia juga punya bisnis dengan BRI juga. Jadi artinya mereka berkepentingan untuk datang dulu dengan kami bicara mengenai ke depan langkah apa aja untuk pengembangan baik dari sisi teknologi, dari security fraud detection, fraud management, kemudian pengembangan apa saja yang mereka miliki, digital lab dan seterusnya itu  menurut saya baik ya untuk kedua belah pihak," sambungnya.

BRI juga terbuka terhadap kolaborasi dan pengembangan teknologi.

"Mereka punya teknologi mungkin nanti bisa diimplement di BRI. Itu adalah suatu hal yang positif bagi kami. Kemudian banyak lagi company teknologi karena kita juga melihat bahwa AI dan digitalisasi itu sangat penting," ujarnya.

Terkait investasi di Indonesia, Chief Financial Officer Bank Mandiri Novita Widya Anggraini yang juga turut menjadi pembicara di sesi ini mengatakan para investor yang hadir di Indonesia Pavillion menunjukkan ketertarikan pada Indonesia serta ingin memastikan bentuk proteksi investasi yang disiapkan oleh Indonesia.

"Bank Mandiri sudah memiliki visi dalam pembiayaan berkelanjutan termasuk perbankan berkelanjutan yang memungkinkan kami untuk mengumpulkan sekitar USD10 miliar melalui portofolio hijau dan pembiayaan sosial sekitar USD20 miliar," tutur Novita.

Selain membahas pendanaan berkelanjutan, Indonesia Paviliun juga menyoroti kesiapan talenta Indonesia menghadapi digitalisasi dan disrupsi AI. Topik ini turut menjadi pembahasan dan menghadirkan pembicara dari Amerika Serikat dan Mongolia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)