Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Mengalami Cedera di Kepala, Paha, dan Kaki

28 April 2026 10:51

Bekasi: Sebanyak 54 korban kecelakaan  kereta api Argo Bromo yang menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan di  RSUD Kota Bekasi. Dari jumlah tersebut, 17 orang di antaranya masih menjalani rawat inap

Direktur RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada klasifikasi pasti terkait jumlah korban luka ringan maupun luka berat karena masih dalam proses pendataan oleh dokter spesialis. Namun, secara umum korban mengalami cedera di bagian kepala, paha, dan kaki.

RSUD Kota Bekasi juga mencatat tiga korban meninggal dunia yang telah dipulangkan ke pihak keluarga. Sebagian besar korban berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk wilayah Jawa Tengah.

Presiden Prabowo Subianto turut meninjau langsung kondisi korban di rumah sakit. Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Selain itu, pemerintah memastikan seluruh korban akan mendapatkan kompensasi, yang disebutkan mencapai Rp50 juta per orang, meski masih menunggu rincian apakah berlaku untuk korban meninggal atau seluruh korban terdampak.

Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan keselamatan di perlintasan kereta api. Ia menyatakan pemerintah akan segera melakukan pembenahan, termasuk rencana pembangunan flyover di titik-titik rawan dengan dukungan anggaran sekitar Rp4 triliun.



"Sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya. Nanti pelaksanaannya kita tunjuk. Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun," ujar Prabowo dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 28 April 2026. 

Di lokasi kejadian, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Fokus utama saat ini adalah dua gerbong KRL, yakni gerbong ke-9 dan ke-10, yang mengalami kerusakan paling parah. Petugas masih berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih berada di dalam, meski kondisi mereka belum dapat dipastikan.

Sementara itu, keluarga korban terus berdatangan ke RSUD Kota Bekasi untuk mencari informasi mengenai anggota keluarga mereka. Pihak rumah sakit memastikan kapasitas layanan masih mencukupi, dengan kemampuan menampung hingga 600 pasien jika diperlukan.

Hingga kini, proses evakuasi, pendataan korban, serta investigasi penyebab kecelakaan masih terus berlangsung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)