Ade Hapsari Lestarini • 20 March 2026 15:53
Hambalang: Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt (GW) dalam waktu paling lambat dua tahun. Saat ini Indonesia sudah bisa memproduksi sekitar 11 GW tenaga surya dari dalam negeri.
"Jadi saya berniat, saya sudah kasih keputusan politik, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, paling lambat 2 tahun, kalau bisa, kita harus punya tenaga surya 100 gigawatt," kata Prabowo dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis dan ekonom di Hambalang, Jawa Barat, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia juga menyoroti masih adanya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 GW yang dinilai tidak efisien dan perlu dihentikan.
"Ini harus kita tutup. Tidak boleh lagi ada listrik dari diesel karena terlalu mahal. Saya kira dalam waktu dekat 13 GW bisa kita gantikan. Jadi, very soon, kita tidak akan pakai diesel solar untuk listrik. Itu penghematan kita pertama," tegas Presiden.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah berencana mendorong konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi
kendaraan listrik, termasuk motor, mobil, hingga kendaraan berat seperti truk dan traktor.
"Jadi, nanti, orang kaya, yang punya Lamborgini, Ferrari, silakan pakai bensin bayar saja harga dunia. Mau USD200, 'lo orang kaya kok'. Kita sudah bikin simulasi. Ternyata, yang naik motor listrik, pengeluarannya turun hingga sekitar 20 persen. Seperlima. Jadi this is our game changer," kata Presiden Prabowo.