26 May 2026 14:08
Menjelang pelaksanaan pemilihan Presiden Kolombia pada akhir Mei mendatang, gelombang serangan drone yang dilakukan oleh kelompok bersenjata memicu kekhawatiran warga. Wilayah Potrerito dan Jamundí menjadi titik fokus ketegangan seiring meningkatnya aktivitas serangan udara tersebut.
Guna merespons ancaman ini, aparat kepolisian dan militer Kolombia telah dikerahkan untuk berjaga di berbagai pos pengamanan. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap serangan drone yang diluncurkan oleh kelompok FARC (Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia/Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia).
Warga setempat melaporkan bahwa mereka kini hidup dalam kecemasan. Hal ini disebabkan karena target serangan drone tersebut tidak lagi terbatas pada pos-pos keamanan militer, melainkan juga mulai menyasar permukiman sipil.
| Baca juga: Dua Pekerja Kampanye Capres Sayap Kanan Kolombia Dibunuh Jelang Pemilu |