Cikaracak Ninggang Batu, Laun-Laun Jadi Legok: Rahasia Sukses Lewat Kekuatan Istiqamah

19 March 2026 16:27

Filosofi yang berasal dari Tanah Pasundan, yakni peribahasa 'Cikaracak Ninggang Batu, Laun-laun jadi Legok'. Falsafah ini dinilai memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai universal dan ajaran Islam, khususnya dalam hal konsistensi atau Istiqamah.

Secara harfiah, peribahasa ini menggambarkan tetesan air yang jatuh secara terus-menerus di atas batu yang keras. Meski air bersifat lembut, ketekunan tetesan tersebut pada akhirnya mampu melubangi batu yang paling keras sekalipun.
 

Baca juga: Filosofi Dayak ‘Mahamen Mambesei, Jukung Bahantung’: Pesan Kerja Keras untuk Generasi Muda

Dalam perspektif Islam, kearifan lokal ini beririsan langsung dengan konsep Istiqamah, yakni melakukan sesuatu yang kecil namun terus-menerus akan membuahkan hasil yang gemilang.

Bahkan, ditegaskan bahwa derajat Istiqamah lebih mulia daripada seribu karamah (Al-Istiqomah khairun min alfi karomah). Hal ini menunjukkan bahwa ketekunan dalam menjalankan sesuatu, seperti ibadah atau profesi, jauh lebih dihargai daripada keajaiban sesaat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)