19 March 2026 16:27
Filosofi yang berasal dari Tanah Pasundan, yakni peribahasa 'Cikaracak Ninggang Batu, Laun-laun jadi Legok'. Falsafah ini dinilai memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai universal dan ajaran Islam, khususnya dalam hal konsistensi atau Istiqamah.
Secara harfiah, peribahasa ini menggambarkan tetesan air yang jatuh secara terus-menerus di atas batu yang keras. Meski air bersifat lembut, ketekunan tetesan tersebut pada akhirnya mampu melubangi batu yang paling keras sekalipun.
| Baca juga: Filosofi Dayak ‘Mahamen Mambesei, Jukung Bahantung’: Pesan Kerja Keras untuk Generasi Muda |