Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Ungkap Banyak Negara Antre Beli Pupuk dan Beras dari RI

16 May 2026 16:46

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan masalah kelangsungan hidup bagi bangsa Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia kini justru menjadi sorotan dunia karena berhasil mengamankan stok pangan nasional hingga diminta oleh negara-negara tetangga.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah negara mulai mengajukan permintaan untuk membeli beras dari Indonesia. Fenomena ini muncul setelah negara-negara eksportir besar, seperti India, mengumumkan penutupan ekspor beras, jagung, dan gandum. Langkah serupa juga diikuti oleh Bangladesh.

Gejolak pangan ini tidak lepas dari situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya ancaman penutupan Selat Hormuz yang mengganggu rantai pasok global. Penutupan jalur perdagangan vital tersebut berdampak langsung pada industri pupuk dunia karena ketergantungan pada bahan baku minyak dan gas bumi. Akibatnya, Indonesia tidak hanya diminta memasok beras, tetapi juga pupuk.

"Banyak negara mulai meminta bantuan kepada Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk hingga beras di tengah gejolak global," ujar Presiden Prabowo yang dikutip Breaking News pada Sabtu, 16 Mei 2026.
 

Baca juga: Presiden Prabowo Janjikan Berikan Bintang Mahaputera kepada Kapolri dan Panglima TNI

Negara tetangga seperti Australia tercatat telah mendapatkan pasokan pupuk urea sebesar 500 ribu ton dari Indonesia. Selain itu, negara-negara lain seperti Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil juga disebut meminta pasokan pupuk dari Indonesia.

Meski Indonesia mulai membuka diri untuk membantu negara lain yang membutuhkan pangan, Presiden Prabowo menginstruksikan kepada jajarannya, termasuk Bulog, agar tidak menjual beras terlalu murah ke luar negeri. Ia menekankan bahwa kepentingan rakyat dalam negeri harus tetap menjadi prioritas utama.

"Kita bantu, kita jual kepada mereka, tapi harganya yang okelah. Jangan petani kita dikorbankan," pesan Prabowo.

Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Mentan Amran

Presiden Prabowo mengapresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan seluruh timnya atas capaian luar biasa di sektor pertanian. Awalnya, pemerintah menargetkan swasembada pangan dalam waktu empat tahun, namun hasil signifikan sudah mulai terlihat hanya dalam waktu satu tahun.

Sebagai mantan komandan pasukan tempur, Prabowo mengaku memahami pentingnya logistik pangan. Ia menyatakan bahwa tanpa pangan yang cukup, sebuah negara tidak akan mampu bertahan, sebagaimana tentara yang tidak bisa berperang tanpa asupan beras yang cukup.

"Saya yang bertanggung jawab. Kalau bangsa ini lapar, saya yang tanggung jawab. Tidak akan ada orang lain yang akan diminta pertanggungjawaban, (karena) saya yang bertanggung jawab," tegas Presiden.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)