Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berkomitmen penuh untuk menjaga kesehatan dan stamina jemaah haji Indonesia melalui pengawasan ketat terhadap kualitas makanan. Langkah ini dilakukan melalui mekanisme uji rasa atau meal test secara rutin untuk memastikan kecukupan gizi dan cita rasa Nusantara tetap terjaga selama jemaah berada di Tanah Suci.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menyatakan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif sebanyak tiga kali sehari, yakni pada waktu makan pagi, siang, dan malam . Pemeriksaan ini tidak hanya mencakup aspek rasa, tetapi juga kandungan gizi serta gramasi atau berat porsi di setiap kotak makanan.
Secara spesifik, setiap porsi makanan jemaah haji terdiri dari:
Karbohidrat (Nasi): 170 gram.
Lauk pauk: 80 gram.
Sayuran: 75 gram.
Pelengkap: Satu buah dan air mineral ukuran 600 ml.
"Tahun ini terdapat peningkatan porsi gizi, khususnya pada komponen karbohidrat dan protein, guna menjaga stamina jemaah selama menjalankan ibadah," ujar Indri.
Tips Sehat Selama Ibadah Haji
Selain itu, PPIH juga memberikan perhatian khusus bagi jemaah lansia dengan menyediakan menu dengan tekstur yang lebih lunak atau penyesuaian kebutuhan lainnya.
Ibadah haji merupakan ibadah yang menuntut ketahanan fisik tinggi. Praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama, mengingatkan bahwa 95% ibadah haji adalah aktivitas fisik yang dilakukan di tengah cuaca panas ekstrem. Tanpa persiapan yang matang, jemaah berisiko mengalami dehidrasi, heatstroke (sengatan panas), hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hingga gangguan pernapasan.
"Jangan memaksakan ibadah yang tidak sanggup dilakukan karena kesalahan yang paling sering adalah memaksakan diri hingga jatuh pada kondisi fatal," ungkap dr. Ngabila.
Untuk mengantisipasi risiko kesehatan, jemaah diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan, di antaranya:
- Gema (Gerakan Makan Kurma): Mengonsumsi 3-5 butir kurma setiap dua jam sekali untuk menjaga kadar gula darah secara stabil.
- Gerus (Gerakan Minum Tanpa Menunggu Haus): Minum air sekitar 100 cc setiap jam secara rutin dan mengonsumsi oralit setiap dua jam untuk mencegah dehidrasi.
- Gerah (Gerakan Menyemprot Wajah): Rutin membasahi wajah dan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti payung atau kacamata hitam, terutama pada jam-jam terik antara pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Melalui kombinasi asupan gizi yang terjaga dari PPIH dan disiplin kesehatan dari jemaah, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.