22 April 2026 17:21
Ibu kota Kuba, Havana, saat ini menghadapi ancaman kelumpuhan aktivitas ekonomi dan sosial akibat krisis energi yang kian memburuk. Krisis ini dipicu oleh kebijakan embargo minyak yang diterapkan oleh Amerika Serikat, yang kini mulai berdampak luas terhadap denyut nadi kehidupan di kota tersebut.
Kondisi Havana saat malam hari dilaporkan berubah drastis, jalanan yang dulunya hidup dan penuh aktivitas kini tampak gelap dan sepi. Keterbatasan pasokan energi memaksa banyak wilayah di ibu kota kehilangan penerangan pada malam hari.
Dampak paling nyata terlihat pada sektor usaha malam. Sejumlah restoran, tempat hiburan, dan lokasi wisata terpaksa menghentikan operasional mereka karena tidak adanya pasokan listrik yang memadai. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku usaha kecil, berada di bawah tekanan.
| Baca juga: Puluhan Tanker Terkait Iran Berhasil Hindari Blokade Laut Amerika Serikat |