Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan bulan Agustus 2026 dengan melanjutkan tren penguatan, meski pergerakannya terpantau terbatas.
Berdasarkan laporan jurnalis Metro TV, Insan Suardi, IHSG dibuka pada level 6.272 pada sesi pertama perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Indeks kemudian terpantau menguat tipis 0,11% atau naik sekitar 5 poin dan berada di level 6.242. Penguatan ini melanjutkan performa positif pada penutupan pekan lalu di mana indeks ditutup menguat 0,80% di level 6.236.
Hingga sesi pembukaan ini, nilai transaksi di bursa tercatat mencapai Rp844 miliar.
VP Equity Retail KB Valbury Sekuritas, Octavianus Audi, memperkirakan IHSG pekan ini masih memiliki ruang untuk bergerak di rentang support 6.170 dan resistance 6.295. Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal penguatan, meskipun pergerakan Moving Average (MA) cenderung mulai melandai.
Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini
Pergerakan IHSG dan minat pelaku pasar pada awal pekan ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Eskalasi konflik yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi perhatian utama investor global, terutama terkait dampaknya terhadap stabilitas rantai pasok energi dunia.
Dari dalam negeri, pelaku pasar
wait and see menantikan rilis data ekonomi penting dari Badan Pusat Statistik (BPS), meliputi angka laju inflasi Juli 2026 dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia. Sementara para pengamat memprediksi inflasi akan bertahan di target kisaran 2,5% (±1%), dengan proyeksi spesifik berada di rentang 3% hingga 3,5%.
Selain pergerakan saham,
nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini juga diprediksi masih akan mampu melanjutkan tren penguatan. Rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp18.029 hingga Rp18.111 per USD.