Angkat Isu Pinjol, Film Drama Komedi 'Ketok Mejik' Siap Tayang 13 Agustus 2026

26 July 2026 22:35

Industri perfilman Tanah Air kembali diramaikan oleh sajian drama komedi segar yang dekat dengan realitas sosial masyarakat. Mengangkat isu utang dan pinjaman online (pinjol) yang dibalut dengan elemen fantasi, film Ketok Mejik garapan sutradara Yogi S. Calam bersiap tayang di bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026.

Film ini menceritakan perjuangan Ben (diperankan Ananta Rispo), seorang pemilik bengkel yang terhimpit utang dan terancam kehilangan usahanya karena ulah pengusaha serakah. Dalam usahanya bertahan, Ben dibantu oleh karyawan-karyawan setianya yang memiliki karakter unik, yakni Saged (Dodit Mulyanto), Made (Tarra Budiman), dan Unung (Arief Didu).

Di tengah kebuntuan, secercah harapan muncul lewat sebuah palu sakti peninggalan leluhur. Palu inilah yang kemudian menjadi penggerak utama cerita sekaligus sumber keajaiban dan komedi yang absurd bagi para penghuni bengkel.
 


Pendewasaan Karakter Dodit Mulyanto

Bagi Dodit Mulyanto, perannya sebagai Saged memberikan ruang untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya setelah 11 tahun berkecimpung di dunia film. Ia mengaku tampil jauh berbeda dari peran-peran sebelumnya.

"Di film ini aktingku bertumbuh, aku menjadi lebih dewasa, lebih wise, dan charming. Selain sebagai komedi, film ini juga sangat mengeksploitasi dan menjual ketampanan saya. Banyak scene yang mengekspos paras saya," seloroh Dodit dalam program Showbiz Metro TV, Minggu 26 Juli 2026.

Namun, di balik unsur komedinya, film ini juga menuntut adegan drama yang intens. Dodit menceritakan sebuah insiden lucu sekaligus menegangkan saat syuting bersama Ananta Rispo.

"Rispo kan harus drama, tidak boleh komedi. Ada adegan di mana dia harus saya tampar. Ketika akting, ekspresinya tidak pernah dapat dan sering salah. Karena sudah malam dan scene-nya tidak kelar-kelar, akhirnya saya tampar beneran saja, saya kencengin," cerita Dodit.

Sutradara Yogi S. Calam pun mengakui bahwa tamparan sungguhan itu justru menghasilkan respons kaget natural.

Satire Isu Pinjol dan Pesan Moral Kebangkitan

Lebih dari sekadar tontonan menghibur, Ketok Mejik menyelipkan pesan mendalam terkait fenomena pinjol yang kian marak. Sutradara Yogi S. Calam menegaskan bahwa film ini adalah bentuk satire atas kondisi sosial saat ini.

"Jeratan pinjol ini sangat bahaya. Melalui film ini, saya ingin memperlihatkan bahwa jika kita ingin memutus rantai jeratan tersebut, kita membutuhkan usaha dan kerja keras dari diri kita sendiri," jelas Yogi.

Ia juga menambahkan bahwa elemen "keajaiban" dari palu sakti adalah sebuah metafora kehidupan. "Mungkin kita pernah melakukan kesalahan yang merusak sesuatu. Tapi setelah menonton film ini, kita jadi tahu bahwa hal yang mungkin tadinya terlihat kurang baik atau hal yang buruk itu bisa diperbaiki kok, tapi dengan catatan kitanya juga mau berusaha untuk mengubah itu," tutup Yogi.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X