Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Anak Krakatau Tersebar di 4 Titik Krusial

9 September 2026 16:27

TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan lebih dari seratus personel dalam operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang mengalami hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rabu, 9 September 2026. 

Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 9 September 2026, tim penyisir harus berhadapan dengan medan perairan yang sulit serta ancaman bahaya dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif. Karena tingkat risiko yang tinggi, operasi pencarian dilaksanakan secara berkala dengan terus memantau cuaca serta status aktivitas vulkanik di lokasi.

Pencarian dibagi ke dalam empat titik krusial, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 menyisir sejauh 68,3 nautical mile (NM), SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer sejauh 69,5 NM, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM, serta SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten khusus menyisir perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Selain armada kapal utama, operasi ini menyiagakan KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, hingga drone thermal untuk pemantauan suhu tubuh dari udara, disokong peralatan medis dan komunikasi darurat.

Sebanyak delapan orang korban yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal, yakni Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/guide), serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).

Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X