Dinkes Jabar Deteksi 10 Kasus Superflu, Warga Diminta Waspada Gejala Berkepanjangan

8 January 2026 14:03

Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mendeteksi sebanyak 10 warga terjangkit virus superflu sepanjang periode Agustus hingga Desember 2025. Meski seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan pulih, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi risiko virus tersebut, terutama bagi kelompok rentan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi menjelaskan, superflu memiliki gejala yang mirip dengan influenza pada umumnya, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, durasi gejalanya cenderung lebih lama. Pada kondisi tertentu, keluhan bahkan dapat berlangsung hingga berminggu-minggu. Risiko komplikasi lebih berat dapat terjadi apabila virus ini menyerang lansia, anak-anak, atau penderita penyakit penyerta.

“Kalau flu biasa umumnya tiga hari atau kurang dari satu minggu sudah membaik. Ini bisa lebih lama, bahkan ada yang sampai satu bulan. Pada kelompok rentan, gejalanya bisa memberat, seperti sesak napas,” kata Kadinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Kamis, 8 Januari 2026.
 

Baca juga: Belum Ada Kasus Super Flu di Bandung, Farhan Imbau Warga Tetap Waspada


Dari data pemantauan, kasus superflu tercatat mulai meningkat pada Agustus 2025 dan berangsur menurun sejak Oktober. Hingga akhir tahun, total kasus terkonfirmasi berjumlah 10 orang dan seluruhnya telah sembuh. Meski demikian, Dinas Kesehatan terus melakukan deteksi dan pemantauan untuk mencegah potensi penularan lanjutan.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk, pilek, atau sesak napas yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kondisi memburuk serta melindungi kelompok yang lebih berisiko.


(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)