Karhutla di Kalimantan Tengah Meluas, 25.709 Titik Api Terdeteksi

27 August 2026 10:38

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah kian memprihatinkan. Hingga Kamis, 27 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat akumulasi titik api (hotspot) mencapai 25.709 titik dengan luas lahan terbakar melampaui 5.000 hektare.

Salah satu wilayah terdampak parah adalah Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Kebakaran di kawasan ini didominasi oleh lahan gambut yang sulit dipadamkan. Meski Satgas Karhutla telah melakukan pemadaman pada siang hari, embusan angin kencang pada malam hari kerap memicu api di bawah permukaan gambut kembali berkobar.

“Angin yang bertiup cukup kencang juga di kawasan ini akhirnya kembali memicu titik-titik api yang memang masih menyala di bagian dalam atau di bagian bawah dari lahan-halan gambut ini untuk bisa terus berkobar. Akibatnya, area sepanjang 1 hingga 2 kilometer hangus terbakar dalam waktu singkat," lapor jurnalis Metro TV, Ardhan Anugrah, dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026.
 



Saat ini, tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan memfokuskan upaya pemadaman dan pembasahan lahan di enam titik prioritas, antara lain:

  1. Jalan Yos Sudarso (sekitar Universitas Palangka Raya)
  2. Tabat Kalsa
  3. Petuk Katimpun
  4. Kawasan Pondok Pesantren HASANKA
  5. Kawasan Kameloh Baru
  6. Jalan Manunggal Kalampangan

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil tindakan tegas. Berdasarkan delapan laporan polisi terkait kasus pembakaran lahan, pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui aparat penegak hukum telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem dan kondisi lahan gambut yang kering sangat rentan memicu kebakaran susulan. Hingga kini, petugas di lapangan terus berupaya melakukan akselerasi pemadaman guna mencegah kabut asap yang lebih pekat.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X