15 September 2026 18:22
Jakarta: Berlayar di tengah lautan lepas bukan hanya membutuhkan kemampuan membaca arah, tetapi juga perhitungan yang presisi. Teknologi pemetaan digital kini menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan rute pelayaran agar kapal dapat melintas dengan aman dan efisien.
Melansir SHA Solo, salah satu sistem utama yang digunakan dalam navigasi adalah Admiralty Digital Catalogue (ADC). Sistem ini merupakan katalog digital terintegrasi yang menyediakan data peta laut elektronik atau Electronic Navigational Charts (ENC) resmi, serta publikasi pemutakhiran data navigasi dari UK Hydrographic Office (UKHO).
Prosedur penentuan rute pelayaran atau passage planning menggunakan sistem digital ini meliputi beberapa tahapan teknis:
Pelaut memilih cakupan peta elektronik (ENC) berdasarkan wilayah perairan yang akan dilintasi, mulai dari peta pelabuhan (harbor), pesisir (coastal), hingga laut lepas (ocean).
Menentukan posisi koordinat bujur dan lintang secara akurat untuk titik keberangkatan (Port of Departure), titik lintas (waypoint), dan titik tujuan (Port of Arrival).
Menyusun garis haluan kapal dengan memperhitungkan berbagai bahaya navigasi, seperti kedalaman air (draft), karang bawah laut, zona pembatas lalu lintas laut (Traffic Separation Scheme/TSS), hingga ramalan cuaca.
Penggunaan data navigasi yang terbarui melalui sistem digital ini membantu memastikan setiap pelayaran kapal niaga maupun penumpang dapat menempuh jalur yang efisien sekaligus meminimalkan risiko maritim.
Nah, penggunaan teknologi pemetaan digital dalam navigasi kapal menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keselamatan pelayaran. Dengan data peta dan informasi navigasi yang terus diperbarui, penentuan rute dapat dilakukan secara lebih terukur sebelum kapal berlayar.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)