15 September 2026 11:20
Jakarta: Peristiwa KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa kembali menjadi perhatian terhadap keselamatan pelayaran. Kapal tersebut mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin di tengah kondisi cuaca buruk.
Kondisi kapal yang dapat miring hingga akhirnya terbalik tentu tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas kapal, mulai dari kondisi cuaca, distribusi muatan, hingga masuknya air ke dalam lambung kapal. Lantas, bagaimana sebenarnya kapal menjaga keseimbangannya selama berlayar?
Transportasi laut menjadi salah satu moda yang penting di Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan. Seiring berkembangnya zaman, teknologi kapal pun semakin canggih, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya gangguan bahkan kecelakaan yang membuat perjalanan laut berisiko.
Stabilitas kapal menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam keselamatan operasi kapal di laut. Hal ini penting karena menjadi kunci kemampuan kapal untuk kembali tegak setelah mengalami kemiringan akibat adanya gelombang, angin, atau perpindahan muatan.
Stabilitas kapal dipengaruhi oleh hubungan antara pusat gravitasi dan pusat gaya apung. Ketika kapal miring, perbedaan posisi kedua titik tersebut akan menghasilkan gaya yang berusaha mengembalikan kapal ke posisi semula. Selama gaya pemulih tersebut masih cukup kuat, kapal dapat tetap berada dalam kondisi seimbang.
Keseimbangan kapal dapat terganggu oleh beberapa kondisi. Beberapa di antaranya yaitu:
Untuk menjaga keseimbangan, awak kapal dapat melakukan sejumlah tindakan, seperti:
Peraturan internasional dalam dunia maritim juga mengatur standar stabilitas kapal agar keselamatan pelayaran dapat terjaga. Setiap kapal harus memenuhi persyaratan stabilitas tertentu sebelum diizinkan melakukan pelayaran di laut sehingga dapat meminimalisasi risiko kecelakaan akibat hilangnya keseimbangan kapal.
Nah, stabilitas menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keamanan kapal selama berlayar. Berbagai kondisi, mulai dari distribusi muatan, masuknya air, hingga cuaca buruk, dapat memengaruhi keseimbangan kapal sehingga perlu diantisipasi untuk menjaga keselamatan pelayaran.
(Eunike Michelle Gultom)