Keluarga Yudistiro Pranoto Berharap Ada Mukjizat usai Pencarian Dihentikan

18 September 2026 22:41

Jakarta: Keluarga jurnalis iNews Yudistiro Pranoto masih berharap ada mukjizat setelah pencarian terhadap delapan orang yang hilang bersama kapal Arupadhatu 1 resmi dihentikan.

“Kami tetap berharap, di sini juga kami berdoa, kebetulan juga tadi kita melaksanakan salat gaib setelah salat Jumat. Kita berdoa di situ semoga ada harapan, ada mukjizat dari Allah,” kata Kakak ipar Yudistiro, Ade Danhur, dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 18 September 2026. 

Ade mengatakan komunikasi terakhir keluarga dengan Yudistiro terjadi pada Agustus 2026. Setelah itu, tidak ada lagi pesan yang diterima keluarga.

“Kalau Yudis pesan ke kami terutama ke ibundanya itu tidak ada Mbak. Itu terakhir komunikasi itu bulan Agustus,” ujarnya.

Di mata keluarga, Yudistiro dikenal sebagai sosok pendiam dan sangat menyayangi ibunya. Menurut Ade, Yudistiro menjadi sosok yang sangat perhatian kepada sang ibu setelah ayahnya meninggal.

“Yudis itu kalau di keluarga tuh sosok yang pendiam. Itu yang pertama Mbak, enggak banyak ngomong. Dan yang kedua itu Yudis itu tipikal orang yang memuliakan ibunya, sayang sekali sama ibunya,” kata Ade.

Meski operasi pencarian telah dihentikan, Ade berharap pencarian masih dapat dilakukan kembali apabila ditemukan bukti baru.

“Kebetulan kami mendapat informasi dari posko bahwa pencarian sudah ditutup, tetapi tidak secara total. Pencarian tetap bisa dibuka kembali apabila nanti masyarakat atau nelayan di sekitar Banten menemukan bukti-bukti baru. Harapan kami seperti itu, semoga masyarakat atau nelayan di sana bisa menemukan, entah dalam keadaan Yudis dan teman-temannya sudah tiada, yang penting kami bisa melihat wujudnya. Kalau sekarang, kita belum bisa menyatakan mereka meninggal dunia, statusnya masih dinyatakan hilang. Jadi kami tetap berharap dan terus berdoa,” ujarnya.

Ade mengatakan keluarga menerima apa pun hasil yang nantinya ditemukan. Namun, mereka tetap berharap Yudistiro, empat jurnalis lainnya, dan tiga kru kapal dapat ditemukan.

“Semoga adik kami dan empat jurnalis lainnya serta kru kapal itu dapat ditemukan apa pun bentuknya kami sudah ikhlas,” lanjutnya.

Ade juga berpesan kepada jurnalis, khususnya yang mendapat tugas liputan di daerah bencana, agar melakukan persiapan dan perhitungan secara matang.

“Tolong apabila mendapatkan tugas liputan di daerah bencana persiapkan dengan matang dan perhitungan yang matang. Karena kita tidak tahu nanti di lapangan seperti apa,” ujarnya.

Menurut Ade, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian dalam menjalankan tugas liputan.

“Jangan asal kita tuh hanya ingin mendapatkan gambaran yang eksklusif tapi taruhannya nyawa. Perhitungan dan persiapan yang matang itu sangat dibutuhkan sekali buat teman-teman jurnalis yang lainnya,” kata Ade.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X