2 September 2026 13:55
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan yang memberikan Amerika Serikat kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela. Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis di negara tersebut.
Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Rabu 2 September 2026, kesepakatan AS dan Venezuela itu menjadi bagian dari kerja sama sektor minyak dengan nilai investasi lebih dari USD100 miliar. Trump menyebut akses terhadap cadangan minyak Venezuela dapat membantu memperkuat pasokan energi Amerika Serikat.
Cadangan tersebut merupakan bagian dari sumber daya minyak terbesar Venezuela. Melalui kesepakatan baru, Washington mendapatkan akses terhadap pengembangan ladang-ladang strategis yang sebelumnya menghadapi berbagai kendala investasi dan infrastruktur.
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan kesepakatan penyerahan akses atas 65 miliar barel minyak tersebut tidak akan mengganggu kedaulatan negaranya.
Rodriguez mengatakan kerja sama dengan Amerika Serikat justru akan memperkuat pengembangan industri minyak Venezuela. Pemerintah Venezuela juga menargetkan peningkatan produksi hingga 1,5 juta barel per hari.
Kesepakatan itu mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan dukungan investasi perusahaan-perusahaan energi Amerika Serikat. Salah satu perusahaan yang disebut Donald Trump adalah ExxonMobil.
Trump juga menyebut kerja sama tersebut dapat membantu mengisi kembali cadangan minyak strategis Amerika Serikat yang telah menipis.
Berdasarkan data per 21 Agustus 2026, cadangan minyak strategis Amerika Serikat berada di kisaran 290 juta barel, mendekati level terendah dalam 44 tahun.
Cadangan minyak strategis AS sebelumnya banyak terkuras setelah pemerintah melepas stok untuk merespons gangguan pasokan global dan kenaikan harga bahan bakar.