Aceh Besar: Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. Sebanyak 12 penerbangan dari dan menuju Jakarta terpaksa dibatalkan akibat terganggunya operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, ditutup sementara. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penerbangan pada rute Banda Aceh-Jakarta dan Jakarta-Banda Aceh.
Berdasarkan data Bandara SIM, tujuh penerbangan terdampak pada Minggu, 6 September 2026. Sementara itu, lima penerbangan lainnya kembali dibatalkan pada Senin, 7 September 2026.
Airport Operation and Services Department Head Bandara SIM, Yudi Apriana, mengatakan pembatalan penerbangan terjadi karena operasional Bandara Soekarno-Hatta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Jadi, teman-teman media, hari ini alhamdulillah kita atas terdampaknya erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan Bandara Soekarno-Hatta itu tidak beroperasi, rencananya sampai dengan pukul 18.00 WIB," ujar Yudi.
Menurut Yudi, dampak terhadap penerbangan di Bandara SIM sudah terjadi sejak Minggu. Sebanyak tujuh penerbangan terdampak pada hari pertama, kemudian bertambah lima penerbangan pada Senin.
"Yang terdampak terkait akibat erupsi Gunung Krakatau ini dari kemarin, di kemarin ada tujuh penerbangan yang terdampak, ditambah hari ini ada lima penerbangan yang terdampak," katanya.
Meski penerbangan menuju dan dari Jakarta terdampak, aktivitas penerbangan dari Bandara SIM dengan tujuan Medan, Sumatera Utara, dan Kuala Lumpur, Malaysia, masih beroperasi secara normal.