Kualitas Udara Menurun akibat Abu Anak Krakatau, Sekolah di Lampung Gelar PJJ

Metro TV • 7 September 2026 17:07

Lampung: Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah Lampung. Sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mengantisipasi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Abu vulkanik terdeteksi menyelimuti sejumlah wilayah Lampung sejak Sabtu hingga Minggu. Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, hingga Tanggamus.

Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara menurun dan jarak pandang terbatas. Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah kemudian menerapkan PJJ agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa harus beraktivitas di luar rumah.
 

Orang Tua Lega Anak Belajar dari Rumah

Kebijakan PJJ mendapat respons positif dari sejumlah orang tua siswa. Novalia Sari mengaku lebih tenang karena anaknya dapat mengikuti pembelajaran dari rumah dan terhindar dari paparan abu vulkanik.

"Alhamdulillah anak-anak bisa belajar di rumah. Jadi kami sebagai orang tuanya bisa tenang gitu kalau dia belajar di rumah," ujar Novalia.

Menurut Novalia, kondisi abu pada Minggu mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Namun, pada malam sebelumnya, abu masih cukup tebal hingga masuk ke dalam rumah.

"Kalau kemarin itu sampai ke malam masih tebel banget, sampai masuk ke dalam rumah gitu. Enggak banyak sih, cuma masuklah ke dalam rumah," katanya.

Selama kondisi tersebut, Novalia membatasi aktivitas anaknya di luar rumah dan memastikan anak menggunakan masker. Ia juga mengatakan anaknya tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama paparan abu masih terjadi.

"Kalau terdampak alhamdulillah enggak, karena dia kalau di rumah juga kemarin masih aku pakaikan masker, tidur juga memakai masker. Enggak ada sama sekali, kemarin enggak keluar, enggak ada aktivitas sama sekali," tutur Novalia.

Novalia berharap kondisi segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas dan mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.

"Semoga bisa berhentilah gitu, agar anak-anak ini bisa beraktivitas lagi di luar, di sekolah," pungkasnya.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X