Pemerintah Beri Diskon Tiket Mudik Besar-besaran hingga Bantuan Pangan

11 February 2026 17:25

Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Pemberian stimulus ini merupakan kelanjutan dari insentif hari besar nasional yang sebelumnya dinilai sukses memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah dan nasional.

Salah satu poin utama dalam stimulus ini adalah pemotongan tarif transportasi pada berbagai moda yang berlaku. Berikut rincian diskon tiket yang bisa dimanfaatkan oleh para pemudik:

  • Kereta Api: Potongan harga 30?rlaku untuk perjalanan periode 14 - 29 Maret 2026.
  • Angkutan Laut: Diskon 30?ri tarif dasar untuk periode perjalanan 11 Maret - 5 April 2026.
  • Angkutan Penyeberangan: Potongan tarif 100% untuk biaya jasa kepelabuhanan pada 12 - 31 Maret 2026.
  • Angkutan Udara: Diskon 17%-18% khusus kelas ekonomi rute domestik pada periode 14 - 29 Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat meratakan arus mudik dan balik sehingga tidak menumpuk di satu waktu.

Selain sektor transportasi, pemerintah menggelontorkan stimulus bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun. Bantuan ini akan menyasar 35,4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di kelompok desil 1 hingga desil 4 atau kelompok berpendapatan rendah hingga menengah ke bawah. 

Setiap keluarga akan menerima paket berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan, yang mulai disalurkan pada bulan Ramadan atau akhir Februari.
 
Baca juga: Jadwal dan Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026

Tak hanya itu, guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) bagi ASN dan pekerja swasta. Kebijakan WFA ini berlaku pada tanggal 16 & 17 Maret, serta 25, 26, & 27 Maret 2026.

Langkah ini diambil berkaca pada keberhasilan tahun sebelumnya, di mana aktivitas pariwisata dan konsumsi rumah tangga selama hari besar keagamaan berhasil mendongkrak ekonomi hingga 5,39% pada kuartal IV-2025.

Pemerintah berharap mobilitas masyarakat ini bisa berlangsung lebih terkelola, aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap perekonomian nasional ini juga terus berlanjut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)