Pasokan Lancar, Harga Beras di Banda Aceh Tetap Stabil Pasca Lebaran

7 April 2026 22:10

Harga komoditas beras di sejumlah pasar tradisional Kota Banda Aceh, khususnya di Pasar Al Mahirah Lamdingin, terpantau tetap stabil pasca hari raya Idulfitri 1447 Hijriah. Stabilitas harga ini disebabkan oleh kelancaran pasokan dari pihak distributor serta ketersediaan stok yang mencukupi di tingkat pedagang maupun gudang Bulog.

Menurut pantauan di lapangan, belum ada kenaikan harga yang signifikan dibandingkan dengan masa Ramadan atau bulan sebelumnya. Fazil Ambiya, salah seorang pedagang beras di Pasar Al Mahirah, mengonfirmasi bahwa harga jual masih bertahan di angka yang sama.

"Kalau beras masih harga sama, belum ada kenaikan, belum ada turun, stabil," ujar Fazil.

Fazil menambahkan bahwa stok beras premium merek Yusima dan beras SPHP menjadi yang paling banyak diminati masyarakat saat ini. Daya beli masyarakat pun dinilai masih terjaga dengan baik.

Kelancaran pasokan beras di Banda Aceh juga didukung oleh mulainya masa panen di beberapa wilayah di Provinsi Aceh, sehingga distribusi beras lokal tetap stabil. 
 

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Merah Merangkak Naik di Makassar, Tembus Rp50 ribu per Kg

Untuk menjamin ketersediaan jangka panjang, Bulog Aceh menyatakan bahwa stok di gudang mereka saat ini mencapai 65.000 ton. Jumlah tersebut diprediksi mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua sampai tiga bulan ke depan, atau hingga Juli mendatang. 

Selain itu, pemerintah melalui Bulog juga tengah menyalurkan program bantuan pangan beras dengan kuota mencapai 15.000 ton untuk wilayah Aceh guna menjaga daya beli masyarakat.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa bahan pokok lainnya yang mulai merangkak naik. Minyak goreng curah misalnya, yang sebelumnya dijual Rp19.000-Rp20.000 per kg, kini naik menjadi Rp21.000-Rp22.000 per kg.

Senada dengan minyak goreng, harga gula pasir juga mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 hingga Rp2.000, sehingga saat ini dibanderol pada kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kg.

Pemerintah daerah bersama Bulog diharapkan terus bersinergi menjaga stabilitas harga pangan ini agar inflasi di daerah tetap terkendali dan beban ekonomi masyarakat pasca lebaran tidak semakin berat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)