Deretan Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo

11 August 2026 14:29

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga kini belum berhasil dipadamkan. Sejak pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026, api telah menghanguskan sekitar 520 hektare lahan. 

Dikutip dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa, 11 Agustus 2026, titik api bermula di kawasan Blok Bantengan, perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang. Balai Besar TNBTS menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia melalui 'jalur tikus' atau jalur tradisional, bukan karena faktor cuaca.

Proses pemadaman menghadapi kendala besar akibat medan yang terjal, lereng curam, serta tiupan angin kencang yang mempercepat pergerakan api. Sebagai respons, pemerintah mengerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses jalur darat. Selain itu, BNPB dan BMKG tengah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu pemadaman.
 


Akibat kondisi yang kian meluas, Balai Besar TNBTS resmi menutup seluruh akses wisata ke Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pengunjung dan upaya pemulihan ekosistem.

Meskipun kawasan Bromo ditutup, Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan destinasi wisata lain di luar kawasan terdampak di wilayahnya tetap aman dan beroperasi secara normal. Prioritas utama saat ini tetap difokuskan pada pemadaman total dan pencegahan kerusakan lingkungan yang lebih luas.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X