Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Belitung Timur. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Belitung Timur
BPBD Belitung Gandeng Masyarakat Cegah Karhutla saat Kemarau
Silvana Febiari • 11 August 2026 13:48
Belitung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng masyarakat ikut berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, potensi kebakaran masih cukup tinggi saat musim kemarau.
"Kami menggandeng masyarakat untuk membantu mencegah karhutla mengingat potensi kebakaran masih cukup tinggi di saat musim kemarau seperti sekarang," kata Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, dilansir dari Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut dia, peran masyarakat membantu pencegahan kebakaran di kawasan hutan dan lahan sangat besar. Sebagian masyarakat ada yang beraktivitas di kawasan hutan.
"Kami minta kerja sama dari seluruh masyarakat untuk saling menjaga dan tidak memicu timbulnya titik api. Mencegah karhutla merupakan tanggungjawab bersama, maka mari kita jaga bersama-sama lingkungan dari ancaman bahaya karhutla," ujarnya.
Berdasarkan data luas area kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Belitung dari Januari sampai 9 Agustus 2026 mencapai 212,90 hektare. Kejadian karhutla tersebut berasal dari 179 titik yang tersebar di sejumlah kawasan hutan dan lahan kering di wilayah itu.
Dalam dua bulan terakhir memang terjadi peningkatan kasus kebakaran lahan yang cukup signifikan, seiring kondisi cuaca panas terik dan angin kencang selama musim kemarau.
"Terutama pada bulan Juli dan awal Agustus ini. Cuaca panas terik disertai angin kencang membuat kondisi lahan kering sangat rentan dan cepat terbakar," tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison mengajak masyarakat cegah kebakaran hutan dan lahan, di Tanjungpandan, Selasa, (11/8/2026). ANTARA/Apriliansyah
Pada Januari terjadi sebanyak 13 kasus karhutla dengan luas terbakar 6,77 hektare, Februari tiga kasus karhutla dengan luas terbakar tiga hektare, dan Maret 60 kasus karhutla dengan luas terbakar 55,46 hektare.
Selanjutnya April hanya satu kasus karhutla dengan luas lahan terbakar 0,09 hektare, Mei nihil kasus karhutla, dan Juni lima kasus Karhutla dengan luas terbakar 5,12 hektare.
Sedangkan pada Juli tercatat sebanyak 51 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar 81,94 hektare dan per 9 Agustus ada 46 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar 60,42 hektare.
"Memasuki bulan Agustus, hanya dalam kurun waktu sembilan hari pertama saja, kami sudah menangani 46 lokasi kebakaran lahan dengan luas area terdampak mencapai 60,42 hektar," ungkapnya.
Pihaknya telah menyiagakan penuh seluruh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan armada pemadam kebakaran guna menanggulangi kejadian karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membakar sampah tanpa pengawasan.