23 June 2026 20:42
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bersama Menteri Luar Negeri Sayyid Abbas Araghchi, tiba di Muscat, Oman, pada Senin, 22 Juni 2026 waktu setempat. Kedatangan dua pejabat tinggi Teheran ini disambut langsung oleh Menlu Oman, Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, guna melakukan pembicaraan intensif terkait regulasi dan pengaturan keamanan di kawasan strategis Selat Hormuz.
Kunjungan diplomatik ini dilakukan pasca-perundingan antara Amerika Serikat dan Iran pada 21 Juni di Swiss yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar. Dalam pertemuan di Muscat, Iran dan Oman menggarisbawahi pentingnya menjaga navigasi yang aman melalui Selat Hormuz sebagai jalur perairan internasional yang vital.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan posisi geopolitik Teheran pasca-ketegangan regional. Ia menyatakan secara terbuka bahwa sistem pengelolaan di wilayah perairan tersebut telah berubah dan tidak akan pernah kembali ke situasi seperti sebelum terjadinya agresi Amerika Serikat-Israel ke Iran.
"Saya katakan agar semua orang tahu bahwa pengelolaan selat ini tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang. Tentu saja, kami menerapkan hukum internasional secara akurat. Artinya, mereka harus tahu hal ini, jangan sampai ada yang mengubahnya menjadi sesuatu yang merugikan diri mereka sendiri," ucap Mohammad Bagher Ghalibaf dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV.
Baca Juga :