Distribusi Logistik di Sungai Musi Terhambat Imbas Asap Tebal Karhutla

25 August 2026 13:32

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat aktivitas pengiriman logistik ke berbagai wilayah perairan melalui Sungai Musi, terganggu. Sejumlah kapal terpaksa menunda keberangkatannya akibat jarak pandang yang terbatas.

Dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang di Sungai Musi terbatas hanya 25 meter saja. Padahal jarak ideal untuk pelayaran kapal sejauh 1.000 meter. 

Tebalnya kabut asap membuat kapal-kapal yang biasa berangkat pada malam hari harus menyalakan lampu ekstra untuk mencegah terjadinya tabrakan antarkapal. Jika biasanya kapal jukung berangkat pada pukul 20.00 WIB, namun karena kabut asap pekat, nakhoda memilih berangkat pada dini hari. 
 



"Was-was kalau berangkat malam hari," ujar Nakhodra Kapal Jukung, Wan Badarudin, dalam program Zona Bisnis Metro TV, Selasa, 25 Agustus 2026.

Sementara jika jarak pandang hanya lima meter, nakhoda akan berangkat keesokan harinya pada siang hari. Kapal jukung di dermaga 16 Ilir Palembang ini mengirim logistik dari Palembang ke berbagai wilayah perairan, di Kabupaten Banyuasin hingga Kabupaten  Ogan Komering Ilir (OKI).

Terbanyak di Sumsel


Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, mendeteksi 2.610 titik panas atau hotspot di Pulau Sumatra. Data tersebut merupakan hasil pemantauan yang diperbarui pada Minggu pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang mengatakan titik panas terpantau di sejumlah provinsi di Sumatra. Jumlah terbanyak ditemukan di Sumatra Selatan (Sumsel) dengan 1.311 titik.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 355 titik, Jambi 278 titik, Bangka Belitung dengan 268 titik, dan Lampung dengan 187 titik, disusul Aceh 67 titik, Kepulauan Riau 55 titik, Sumatra Utara 45 titik, Sumatra Barat 27 titik, dan Bengkulu 17 titik," kata Elisa di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.

Data tersebut mencatat titik panas di 10 provinsi, terdiri atas Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Aceh, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Bengkulu.




















(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X