UI Pickleball Championship 2026 Sukses Digelar, Diikuti Atlet dari Berbagai Negara

3 February 2026 10:30

Universitas Indonesia (UI) resmi menutup gelaran bergengsi UI Pickleball Championship 2026 pada Senin 2 Februari 2026. Turnamen yang berlangsung sejak 26 Januari hingga 2 Februari ini tercatat sebagai salah satu ajang Pickleball terbesar di Tanah Air yang berhasil mempertemukan atlet lokal maupun mancanegara.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya memperkenalkan olahraga pickleball kepada masyarakat luas sekaligus membangun ekosistem olahraga baru di Tanah Air.

Selama penyelenggaraan tercatat lebih dari 400 pertandingan dimainkan selama sepekan penuh. Turnamen ini tidak hanya menjadi panggung atlet nasional, tetapi juga menarik minat peserta dari berbagai negara di antaranya Thailand, Australia, Polandia, hingga Amerika Serikat.

Pada partai final yang digelar akhir pekan kemarin, sebanyak 10 kategori dipertandingkan dalam 10 laga puncak yang sengit. Para atlet mancanegara pun memberikan respons positif terhadap kualitas penyelenggaraan dan potensi besar perkembangan Pickleball di Indonesia.
 

Baca juga: Mengulas Perbedaan Pickleball, Tenis, dan Padel-Dunia Olahraga

Wakil Rektor III UI, Prof. Hamdi Muluk menargetkan UI Open Pickleball menjadi turnamen unggulan dan agenda rutin tahunan. Panitia saat ini tengah berupaya agar ajang ini masuk ke dalam kalender resmi Indonesia Pickleball Federation (IPF).

Langkah ini diproyeksikan untuk mendorong Pickleball menjadi cabang olahraga (cabor) resmi yang dapat dipertandingkan di ajang olahraga nasional seperti PON di masa depan.

Melalui kesuksesan turnamen ini, UI menegaskan komitmennya bahwa peran universitas tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga dalam membangun ekosistem prestasi olahraga nasional.

“Ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa UI, sesuai dengan tagline Unggul dan Berdampak, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata. Kami memulai turnamen nasional terbesar pickleball di Indonesia,” ujar Prof. Hamdi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)