Jakarta: Puncak arus balik gelombang pertama telah berlangsung. Pemerintah sekarang tengah mempersiapkan perjalanan puncak arus balik gelombang kedua untuk menyambut kembali masyarakat beraktivitas secara menyeluruh pada hari Senin mendatang. Lantas apa yang harus Anda persiapkan bagi yang berencana melakukan perjalanan arus balik gelombang kedua?
Kapan puncak arus balik gelombang 2?
Seperti diketahui mengutip dari lintas stakeholders bahwa perkiraan puncak arus balik di gelombang kedua ini akan berlangsung pada akhir pekan ini, yaitu pada Sabtu, 28 Maret hingga Minggu, 29 Maret 2026. Meski sejumlah pekerja sudah terlihat berkantor pasca tanggal 24 yang menjadi puncak arus balik gelombang pertama, tetapi sebenarnya pemerintah tetap menerbitkan edaran, himbawan untuk skema work from anywhere atau WFA sejak tanggal 25 hingga tanggal 27 Maret 2026 agar masyarakat ini bisa mengatur waktu kembali. Baik yang bekerja di sektor formal maupun non formal yang lebih leluas dalam mengatur waktunya.
Perkiraan mobilitas masyarakat
Berdasarkan keterangan dari Korlantas Polri bahwa ada sekitar 36 persen pemudik yang belum kembali ke Jakarta atau dalam konteks ini pemirsa adalah pemudik yang bergerak dari arah timur ke arah barat dalam arus balik ini. Dan sebanyak 64 persen sudah melakukan perjalanan balik dari total asumsi adanya 3,4 juta masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik.
Dan sebagai gambaran untuk evaluasi pemirsa bahwa pada perkiraan puncak arus balik gelombang 1 pada tanggal 24 lalu, sebanyak 270.315 kendaraan melakukan perjalanannya. Dan pihak dari para jasa marga ini juga memperkirakan peningkatan volume kendaraan pada tanggal 28 mendatang sekitar 180.000 kendaraan hingga eskalasinya nanti pada tanggal 29 ini diperkirakan akan bisa menyentuh 250.000 kendaraan akan melakukan perjalanan. Maka pertanyaan selanjutnya kalau memang telah diantisipasi akan terjadi peningkatan volume kendaraan seperti itu, apa yang perlu dilakukan tentunya adalah untuk mengantisipasi keberatan volume kendaraan dalam arus balik gelombang kedua ini.
Korlantas bersama dengan stakeholder lain juga telah mempersiapkan skenario rekayasa lalu lintas, baik itu oneway nasional, oneway lokal, hingga kontraflow. Dan indikatornya ada beberapa pemirsa di antaranya indikator yang diberlakukan adalah pemantauan secara realtime rasio peningkatan volume kendaraan terhadap kapasitas jalan tol.
Antisipasi rekayasa lalu lintas
Untuk kemungkinan oneway nasional pemirsa analisa dan evaluasi akan dilakukan dimulai dari gerbang tol kilometer 414 kali kangkung, sedangkan one way lokal ini dapat diberlakukan secara situasional, sepenggal secara evaluatif untuk menentukan ruas jalan mana saja yang mengalami kepadatan.
Dan sebagai informasi pemirsa bahwa pada puncak arus balik gelombang satu pada tanggal 24 Maret kemarin, diberlakukan one way nasional selama satu hari dan akhirnya ditutup dengan mempertimbangkan perkembangan volume kendaraan. Maka berbicara pada tanggal 28 dan 29 sendiri pemirsa pemberlakuan one way ini akan dilakukan secara evaluatif dan bertahap berdasarkan indikator yang telah disiapkan.
Dan spesifik berbicara pada tanggal 27 hari ini pemirsa bahwa memang ada beberapa skenario yang telah dipersiapkan secara evaluatif baik itu tahap 1, tahap 2, tahap 3 maupun tahap 4 yang bagaimana rentahnya cukup jauh dari kilometer 263 menuju ke 70 dan diberlakukan secara situasional yang penting untuk anda saksikan berita-berita mendatang di Metro TV berkaitan dengan pemberlakuan sistem one way tersebut.
Seperti yang dikatakan oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho ini berkaitan dengan indikator dari pemirsa bahwa jika parameter di gerbang tol Kalikangkung ini sudah menekati angka 4000 kendaraan maka one way itu harus diberlakukan. Tetapi kalau misalkan masih berada di angka 3.800 atau hingga 2.500 maka gerbang tol Kalikangkung maupun ke arah ruas tol jalanannya ini menuju ke arah Jakarta masih dapat difungsikan seperti semula.
Tips hadapi arus balik
Ada pun sejumlah tips penting yang anda bisa jadikan momentum untuk memanfaatkan menghindari potensi kepadatan pada tanggal 28 hingga 29 mendatang ya bahwa diantaranya adalah memaksimalkan diskon tarif tol jasa marga sebesar 30% yang akan berlangsung terakhir pada hari ini 27 Maret 2026 pada pukul 24 waktu Indonesia bagian Barat dan pada perkiraan puncak arus balik besok pemirsa pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026 diskon tarif tol sebesar 30% ini akan dicabut.
Seperti ini ketahui juga pemirsa bahwa jumlah daripada uang yang bisa kita hemat kalau memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30% ini sangat baik begitu ya bagi itu substitusi untuk mungkin membayar bensin atau mungkin untuk makan di perjalanan ini sangat bermanfaat sekali. Lalu yang kedua pemirsa adalah memaksimalkan skema kerja work from anywhere yang juga selaras dengan edaran daripada pemerintah pusat. Apabila Anda bekerja di sektor formal yang bisa memanfaatkan ini Anda bisa kembali mungkin hari ini ataupun pada tanggal 29 ke atas untuk mengantisipasi perjalanan macet.
Ruas tol dengan tarif diskon
Ruas tol mana saja yang akan mengalami diskon? Seperti diketahui bahwa tol Trans Jawa dan Bandung dari Kali Kangkung menuju Cikampek Utama, Cisumdawu Utama menuju Kali Hurip Utama, Cisumdawu Utama menuju Gerbang Tol Sadang merupakan tol Trans Jawa dan Bandung yang akan mengalami potongan tarif tol dan juga tol Trans Sumatera dari Gerbang Tol Sinaksak, Simpang Paneka, Gerbang Tol Pangkalan Brandan dan juga Kisaran menuju Pangkalan Brandan.
Demikian pemirsa ulasan kami kali ini pastikan fisik dan kendaraan Anda dalam kondisi prima agar sampai tujuan dengan selamat dan dipertemukan kembali dengan keluarga pada hari Raya Idul Fitri tahun depan. Metro Siemasean kembali usai jodoh dengan menghajarkan informasi sejumlah res area di tol Trans Jawa disebut menjadi penyebab terjadinya kepadatan arus kendaraan petugas pun terpaksa menerapkan sistem buka tutup.