NEWSTICKER

Halangi Penyidikan, Irjen Sambo Bisa Dipidana

7 August 2022 19:56

Menko Polhukam Mahfud MD menilai mantan Kadiv Propam Polisi Irjen Ferdy Sambo dapat dikenai sanksi etik dan pidana sekaligus usai terlibat dugaan pengambilan CCTV di rumah dinasnya di Jalan Duren III, Jakarta Selatan. Sementara itu Mabes Polri meminta publik untuk bersabar dan menunggu kerja tim khusus yang kini telah berupaya mengusut kasus kematian Brigadir Yosua.

Tim Inspektorat  Khusus bergerak cepat dengan mengamankan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ke tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Langkah tim berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 10 orang saksi soal kematian Brigadir Yosua. Irjen Sambo diduga melanggar kode etik menyangkut ketidakprofesionalan dalam melakukan olah TKP yakni mengambil rekaman CCTV di rumah dinasnya di Jalan Duren III, Jakarta Selatan.

Menko Polhukam Mahfud MD menilai, proses pelanggaran kode etik akan memudahkan dalam pengusutan pelanggaran pidana jika ditemukan unsur tersebut dalam pembuktian ilmiahnya. Mahfud menegaskan pelanggaran etik dan pidana dapat berjalan bersama dan tidak saling menunggu dan tidak bisa saling meniadakan.

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan belum ada penetapan tersangka terhadap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Pemindahan Irjen Sambo adalah langkah Inspektorat Khusus tentang pelanggaran kode etik kasus kematian Brigadir Yosua. Irjen Ferdy Sambo ditempatkan dalam ruangan khusus selama 30 hari ke depan. Irjen Sambo ditempatkan sendiri, tidak bersama empat Perwira menengah dan pertama yang sebelumnya ditahan di ruang Provost Mabes Polri.