24 October 2026 10:59
Pati: Sebanyak 80 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami kekeringan akibat kemarau yang berlangsung selama empat bulan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat 45.618 jiwa atau 13.698 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.
Warga Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, menjadi salah satu kelompok masyarakat yang mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Wilayah selatan dan timur Kabupaten Pati tercatat mengalami dampak kekeringan paling parah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menangani persoalan kekeringan.
“Kami juga terus upayakan untuk bantuan air bersih. Dan kami juga sudah koordinasi dengan BBWS dan koordinasi dengan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Chandra dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 24 Oktober 2026.
Chandra mengatakan pemerintah daerah ingin menyiapkan solusi jangka panjang agar kekeringan pada tahun mendatang tidak kembali hanya ditangani melalui pengiriman air bersih.
“Intinya kami juga tidak ingin kekeringan tahun depan juga kami tangani dengan pengiriman air bersih lagi. Kami penginnya bikin sumur, di mana sumur-sumur resapan ataupun sumur yang ke dalam ini bisa menangani dari kekeringan Kabupaten Pati,” katanya.