Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
21 Daerah di Jateng Waspada Kekeringan hingga Akhir Oktober
Akhmad Safuan • 22 October 2026 13:59
Semarang: Sebanyak 21 daerah di Jawa Tengah berstatus waspada kekeringan hingga akhir Oktober 2026. Kondisi ini dipicu oleh rendahnya curah hujan yang hanya berkisar 0-50 milimeter per dasarian pada dasarian kedua Oktober (periode 11-20 Oktober).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memastikan, meskipun ke-21 daerah tersebut masuk kategori waspada pada dasarian ketiga Oktober, saat ini sudah tidak ada lagi kabupaten/kota yang berstatus Siaga maupun Awas hingga awal November mendatang.
"Peringatan secara dini tersebut, diperuntukkan terhadap 21 daerah di Jawa Tengah hibgga akhir Oktober mendatang, mengingat rendahnya curah hujan yang terjadi, " kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, di Semarang, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com
Adapun 21 daerah yang menyandang status Waspada Kekeringan tersebut meliputi Kota Tegal, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang. Status serupa juga berlaku untuk Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Boyolali, Klaten, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri.
Rekor Hari Tanpa Hujan (HTH)
Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 20 Oktober, kekeringan ekstrem dengan periode tanpa hujan lebih dari 60 hari mendominasi hampir seluruh wilayah selatan Jawa Tengah. HTH terpanjang secara berturut-turut tercatat di:- Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo (172 hari)
- Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen (170 hari)
- Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten (157 hari)
- Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri (157 hari)
Baca Juga :
"Pegunungan Slamet hingga Dieng dan sekitarnya berpeluang mengalami curah hujan kategori menengah (51-150 milimeter per dasarian,” imbuhnya.
Memasuki dasarian pertama dan kedua November, curah hujan di Jawa Tengah diprakirakan berangsur naik ke kategori menengah. Bahkan, bagian utara Banyumas, Purbalingga, dan selatan Batang berpeluang diguyur hujan kategori tinggi (151-200 milimeter per dasarian). Peluang curah hujan tinggi tersebut diprediksi akan makin meluas pada dasarian ketiga November.