112 Desa di Banyumas Terdampak Kekeringan

Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.

112 Desa di Banyumas Terdampak Kekeringan

Liliek Dharmawan • 21 October 2026 23:41

Banyumas: Dampak kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, semakin parah. Sebanyak 112 desa/kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan terdampak kekeringan. 

“Dalam sepekan ini kekeringan semakin meluas. Sekarang sudah ada 112 desa/kelurahan di 25 kecamatan yang terdampak. Berarti sisa dua kecamatan yang belum terdampak,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, di Banyumas, Rabu, 21 Oktober 2026.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, jumlah desa/kelurahan terdampak bertambah 15 dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 97 desa/kelurahan.


Perluasan wilayah terdampak tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin mendesak. BPBD Banyumas terus melakukan distribusi air bersih untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pendataan BPBD Banyumas menunjukkan jumlah warga yang terdampak mencapai 92.760 jiwa atau 26.025 kepala keluarga (KK). Mereka masih membutuhkan bantuan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hingga kini, BPBD Banyumas telah menyalurkan sebanyak 8.415.000 liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak. Pengiriman dilakukan secara bertahap dan rutin sesuai kebutuhan masyarakat.

Abdul menyebut Kecamatan Cilongok dan Sumpiuh menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak. Masing-masing kecamatan memiliki 10 desa yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Tahun ini memang harus lebih ekstra untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Setiap pagi kami sudah mulai melakukan dropping air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” katanya.


Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Banyumas telah melaksanakan 1.670 ritase pengiriman air bersih. Distribusi tersebut masih terus dilakukan seiring bertambahnya wilayah terdampak dan tingginya kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, penambahan 15 desa/kelurahan hanya dalam satu hari menunjukkan bahwa dampak kekeringan di Banyumas masih terjadi. “BPBD terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi,” tambahnya.

(Silvana Febiari)